"Kami masih butuh waktu untuk memperbaiki masalah penyelesaian akhir," kata Camargo usai pertandingan yang dirilis tim ofisial media Persija.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari tujuh tembakan yang dimiliki Persija, hanya dua yang mengarah ke gawang. Sementara Arema tercatat memiliki lima on target dari total 13 kesempatan yang tercipta.
"Partai yang berat namun saya bangga dengan pemain-pemain saya. Mereka bermain penuh semangat walau sempat bermain dengan 10 orang."
Sementara gelandang Amarzukih mengaku tidak puas dengan kempimpinan wasit yang dinilai banyak merugikan Persija. Namun, ia mengamini bahwa timnya kesulitan untuk mencetak gol.
"Kami tidak bermain baik di awal babak pertama. Di babak kedua kami bermain baik dan menghasilkan beberapa peluang. Sayang, kami tidak bisa mencetak gol," bebernya.
Krisis Lini Depan
Pencetak gol terbanyak Persija sejauh ini justru melekat kepada Ade Jantra yang telah mengemas dua gol krusial. Masing-masing diciptakan saat Persija menahan imbang Persipura 1-1 dan menang 1-0 atas PS TNI.
Sementara striker impor Jose Guerra baru menyumbangkan satu gol kala Persija menang 1-0 atas Semen Padang di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (8/5).
Adapun Bepe -sapaan Bambang Pamungkas- yang baru bergabung pada laga keempat Persija (lawan Perseru Serui) masih belum menunjukkan taringnya.
Bepe hingga kini mendapuk gelar top skor Macan Kemayoran sepanjang masa dengan koleksi 186 gol. Faktor penurunan fisik di tengah usia yang telah menginjak 36 tahun menjadi salah satu penggerus ketajamannya di depan gawang lawan.
Striker Persija lainnya, Rahmat Afandi, pun belum mampu menyumbangkan gol lantaran lebih sering absen karena gangguan cedera. Kondisi ini membuat Persija berencana untuk menambah pemain depan yang lebih mumpuni pada bursa transfer di pertengahan kompetisi. (jun)