Rodgers Tepis Rumor Bakal Latih Inggris
Martinus Adinata | CNN Indonesia
Kamis, 30 Jun 2016 19:25 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan manajer Liverpool, Brendan Rodgers, menampik isu kemungkinan dirinya menjadi arsitek baru tim nasional Inggris menyusul pengunduran diri Roy Hodgson.
Pasalnya, Rodgers baru saja mendapatkan 'pekerjaan impian'nya, ketika ditunjuk sebagai bos baru klub Skotlandia, Glasgow Celtic.
"Saya belum melakukan kesalahan apapun di sini. Saya juga melihat Jose Mourinho telah dihubungkan dengan pekerjaan itu. Ini semua menunjukkan dunia sepak bola saat ini, dengan gosip dan spekulasi yang terus-menerus muncul," ujar Rodgers seperti dilansir Soccerway.
"Saya baru saja mendapatkan pekerjaan impian saya di tim yang saya dukung sepanjang hidup saya. Saya bahkan belum melakoni pertandingan pertama saya!"
Lebih lanjut, Rodgers sendiri merasa timnas Inggris selalu memiliki beban ekspektasi berlebih. Hal ini pula yang membuatnya bersimpati pada nasib Hodgson.
"Inggris merupakan pekerjaan yang sulit. Mereka memiliki banyak pemain bagus tetapi ada tekanan dan ekspektasi yang terlalu besar," ujar Rodgers melanjutkan.
"Sangat disayangkan bagaimana semuanya berakhir bagi Roy karena dia merupakan orang yang hebat dan merupakan pelatih yang hebat. Inggris kini tentunya harus merekrut seseorang yang bisa membangun identitas dan cara bermain tim."
Setelah Hodgson mengundurkan diri usai kekalahan memalukan Inggris dari Islandia pada babak 16 besar Piala Eropa, sejumlah pelatih memang dihubung-hubungkan akan mengisi posisi lowong itu.
Selain Rodgers, muncul nama-nama lain seperti Glenn Hoddle, Gareth Southgate, hingga Arsene Wenger. (jun)
"Saya belum melakukan kesalahan apapun di sini. Saya juga melihat Jose Mourinho telah dihubungkan dengan pekerjaan itu. Ini semua menunjukkan dunia sepak bola saat ini, dengan gosip dan spekulasi yang terus-menerus muncul," ujar Rodgers seperti dilansir Soccerway.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Rodgers sendiri merasa timnas Inggris selalu memiliki beban ekspektasi berlebih. Hal ini pula yang membuatnya bersimpati pada nasib Hodgson.
"Sangat disayangkan bagaimana semuanya berakhir bagi Roy karena dia merupakan orang yang hebat dan merupakan pelatih yang hebat. Inggris kini tentunya harus merekrut seseorang yang bisa membangun identitas dan cara bermain tim."
Setelah Hodgson mengundurkan diri usai kekalahan memalukan Inggris dari Islandia pada babak 16 besar Piala Eropa, sejumlah pelatih memang dihubung-hubungkan akan mengisi posisi lowong itu.
Selain Rodgers, muncul nama-nama lain seperti Glenn Hoddle, Gareth Southgate, hingga Arsene Wenger. (jun)