Akibat penalti 10 detik tersebut, Rosberg yang semula finis di urutan kedua pun harus turun jadi peringkat ketiga. Sementara peringkat kedua GP Inggris kini dimiliki pebalap Red Bull Max Verstappen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dilansir dari Crash.net, Mercedes menyatakan, 'Tim akhirnya menerima interpretasi Steward atas aturan, keputusan mereka, dan kaitannya dengan penalti.'
Walaupun telah menarik keputusannya untuk banding, Mercedes tak mau menyerah begitu saja untuk membahas tentang pembatasan komunikasi radio yang diterapkan pada musim balap tahun ini.
'Dalam pekan-pekan mendatang, kami akan melanjutkan berdiskusi dengan para pemangku kepentingan F1 yang relevan atas subyek yang melanggar aturan olahraga itu,' demikian kelanjutan pernyataan Mercedes.
Berdasarkan aturan balap F1 musim ini disebutkan bahwa para pebalap mesti dibiarkan memacu mobilnya sendiri di lintasan tanpa bantuan komunikasi teknis lewat radio.
Setelah insiden Rosberg tersebut, bos Red Bull Christian Horner pun ikut berkomentar. Menurut dia aturan pembatasan komunikasi radio itu adalah 'sampah'.
Hal yang sama juga diungkap kepala teknisi Williams Pat Symonds. Ia pun merujuk kepada insiden yang dialami pebalap Force India Sergio Perez di GP Austria--sebelum GP Inggris. Kala itu pebalap asal Meksiko itu menabrak karena kegagalan rem--yang tak bisa diinformasikan oleh tim teknis lewat komunikasi radio.
"Anda mengeluarkan hingga puluhan ribu poundsterling untuk mengatasi kerusakan karena anda tak bisa memberi tahu pria [di dalam kokpit kemudi mobil F1] mengenai risiko masalah remnya? Ini [aturan] ceroboh. BUkan hanya salah, ini ceroboh," kata Symonds.
(kid)