Menpora sempat mengkritik keputusan PT GTS terkait kuota dua pemain dari tiap klub untuk persiapan tim nasional Indonesia. Menurut Menpora, seharusnya kepentingan negara diutamakan dan klub harus lebih bangga bila banyak pemainnya yang dipanggil tim nasional.
"Kami siap menjelaskan kepada Menpora tentang kondisi yang ada saat ini dan mengapa keputusan tersebut akhirnya diambil," kata Joko kepada CNNIndonesia.com
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keputusan yang muncul bukan sepihak dari kami. Keputusan muncul dari hasil rapat dan suara klub."
Terkait persiapan tim nasional Indonesia, Joko menyebut PT GTS mengapungkan dua opsi, yaitu penghentian kompetisi atau tetap melanjutkan kompetisi di tengah persiapan Piala AFF.
"Ada dua opsi, kompetisi dihentikan atau kompetisi berlanjut saat tim nasional sedang melakukan persiapan. Namun apakah adil bagi jalannya kompetisi, bila ada satu klub yang diambil empat pemainnya, ada yang lima, dan ada klub yang tak diambil sama sekali."
"Bila kompetisi dihentikan, dampaknya adalah waktu kompetisi akan lebih panjang dan berpengaruh pada kontrak pemain tiap klub," ujar Joko.
Setelah rapat, akhirnya muncul keputusan kompetisi TSC tetap berjalan di tengah persiapan Piala AFF dan tim nasional mengambil maksimal dua pemain dari tiap klub.
"Memang kondisi ini tidak ideal, namun ini adalah yang terbaik bila melihat situasi yang ada saat ini. Pelatih dan PSSI pun sudah menyetujui hal ini," ujar Joko. (ptr)