Tak kalah mencengangkannya, Leicester dinobatkan sebagai raja Liga Primer Inggris 2015/16, setelah unggul 10 poin dari Arsenal yang berada di posisi kedua.
Namun, Leicester mengingatkan kepada para pemainnya agar segera melupakan pencapaian yang diraih timnya. Menurutnya, trofi yang pernah mereka raih kini tinggal sejarah yang pernah mereka torehkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anda tak bisa mengatakan kepada saya: 'Itu adalah (pencapaian) tertinggi saya.' Saya masih menginginkan lebih dari pencapaian maksimal musim lalu," kata pelatih asal Italia itu, melanjutkan.
Namun, pelatih berusia 64 tahun itu sadar bahwa bukan hanya dirinya yang punya ambisi besar. Sejumlah pesaingnya pun tak kalah lapar.
Menurutnya, Leicester menjadi pemburu pada musim lalu. Namun, bukan tak mungkin timnya yang akan diburu pada musim depan.
Ia menilai, ada enam tim besar lainnya yang tak kalah sangar. Mereka adalah Manchester United, Manchester City, Chelsea, Arsenal, Liverpool, dan Tottehham Hotspur, yang berambisi mengincar juara Liga Primer Inggris. "Kini ada enam tim besar yang akan juara, mereka ingin 'membunuh' kami," ucap Ranieri.
"Itu hal normal. Kami adalah juara, tapi kami tetap underdog (bukan unggulan). Namun, saya tak ingin para pemain saya menyerah menghadapi mereka."
Menang atau kalah, Ranieri ingin melihat para pemainnya bermain sebagai tim sekali lagi. "Semua harus bahu membahu saling bantu. Berkorban untuk rekan setim Anda, itu filosofi kami," terangnya.
"Musim lalu, kami telah membuktikan sesuatu yang amat sulit untuk diulangi. Kami tahu itu dengan sangat baik, tapi saya menginginkan yang paling maksimal kepada semua pemain." (bac)