Menanggapi segala kritik tersebut, Verstappen dengan ringan membandingkan dirinya seperti penyerang Manchester United Zlatan Ibrahimovic.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika dia [Ibrahimovic] suka dia akan menyerang ketika ingin menyerang."
"Bukan karena pebalap lain mengatakan kepada saya, saya harus mengubah cara menyetir saya lalu saya mengubah gaya saya," sambungnya.
Dalam seri terakhir di GP Belgia pada pekan lalu, Raikkonen dan rekannya di tim Ferrari bersinggungan dengan Verstappen. Sebelumnya di GP Hungaria, Raikkonen pun bersinggungan dengan Verstappen.
Selanjutnya, sebelum balap GP Italia, Vettel dan Raikkonen menyatakan akan berbicara dengan Direktur Balap F1 Charlie Whiting. Keduanya ingin menjelaskan insiden di Spa, Belgia kepada Whiting.
Raikkonen mengklaim dirinya tak memiliki masalah khusus dengan Verstappen, namun khawatir dengan gaya membalap remaja berusia 18 tahun itu.
Namun, Verstappen dengan jelas menegaskan dirinya tetap akan menatap ke depan, dan akan membalap untuk menjadi yang terbaik di seri grand prix selanjutnya.
"Saya hanya akan fokus, dan mencoba untuk mendorong lagi, dan hanya melakukan urusan saya," kata pebalap termuda dalam sejarah F1 yang pernah naik podium pertama tersebut. "Dan juga menunjukkan gaya membalap saya seperti sebelumnya."
(kid)