Moeldoko tak ingin ambil pusing soal lokasi pemilihan KLB yang agenda utamanya adalah pemilihan anggota komite eksekutif (Exco) PSSI, termasuk ketua umum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Moeldoko maju dalam bursa pemilihan ketua umum PSSI periode 2016-2020 bersama tujuh calon lainnya yakni Edy Rahmayadi, Benhard Limbong, Djohar Arifin Husin, Eddy Rumpoko, Tonny Aprilani, Erwin Aksa dan Kurniawan Dwi Yulianto.
"Saya maju sebagai ketum sudah dihutung dukungannya, dikalkulasi semuanya. Sudah dikalkulasi. Dari tujuh kompetitor tidak ada yang berat dan ringan. Menurut saya semuanya masih memiliki peluang untuk menang."
Salah satu janji Moeldoko jika terpilih sebagai Ketum PSSI adalah menghapus segala bentuk praktek pengaturan skor. Pria 59 tahun itu juga memastikan sepak bola akan bebas dari dunia politik jika dirinya terpilih.
"Tidak ada lagi isu mengenai pengaturan skor dan lain-lain. Itu racun buat saya. Dari sisi administrasi, segala sesuatunya mendatang di PSSI harus bisa dipertanggungjawabkan secara transparan, agar dari sisi akuntabilitas bisa dipertanggungjawabkan," tegas Moeldoko.
"Politik akan menghancurkan secara terstruktur organisasi itu, haram betul hukumnya. Sepanjang politik masih mendominasi, itulah yang akan memunculkan persoalan baru sehingga PSSI jauh dari prestasi," sambungnya.
(har/kid)