'Rio Haryanto Kecil Lebih Senang Motor Ketimbang Mobil'

Arby Rahmat, CNN Indonesia | Minggu, 18/09/2016 19:30 WIB
'Rio Haryanto Kecil Lebih Senang Motor Ketimbang Mobil' Rio Haryanto lebih senang diantar menggunakan motor ketimbang mobil semasa kecilnya. (Dok. Manor Grand Prix Racing Ltd)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tadi Jaya Kusumo sudah dua puluh tahun lebih mengenal keluarga Haryanto, termasuk di antaranya pebalap yang pernah turun di 12 seri Formula 1, Rio.

Satpam 45 tahun tersebut memang telah bekerja di kediaman Rio di Jalan Slamet Riyadi, Solo, dalam periode waktu itu, atau tepatnya sejak Rio duduk di bangku sekolah dasar.

Menurut Tadi, Rio adalah sosok yang mudah diajak bercengkerama dan ramah.


"Setiap keluar-masuk rumah pasti menyapa, salaman. Apalagi sama satpam," kata laki-laki asal Solo tersebut saat berbincang dengan CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.

"Rio itu sopan, sama anak-anak depan rumah juga. Orang-orang tahu dia pebalap dan banyak yang mau bersalaman. Dia juga menyapa dan tidak sombong, pokoknya baik."

Tadi pun mengakui bahwa Rio kecil berbeda dengan Rio saat ini. Walau kini Rio seorang pebalap mobil, semasa kecilnya pria 23 tahun itu lebih suka diantar ke sekolah dengan sepeda motor.

Satu perbedaan lagi yang dirasakan Tadi, Rio kecil lebih ceria ketimbang Rio yang sekarang tengah beranjak dewasa.

"Kalau sekarang, seringnya senyam-senyum saja," katanya. "Kalau dulu sewaktu kecil, senangnya main sama teman-temannya diajak ke sini."

Sebagai pecinta olahraga otomotif, Tadi juga tak pernah melewatkan aksi salip-menyalip Rio di layar televisi, apalagi ketika ia telah masuk F1. Ia pun mengantongi pendapat sendiri alasan Rio belum bersinar ketika menjajal ajang balap jet darat itu.

"Menurut saya penampilan Rio di F1 sudah bagus, tapi masalahnya ada di mobil. Kurang kencang pengaturannya, mesinnya kalah dari tim lain. Soalnya waktu di GP2, kenyataannya Rio bisa naik podium," ucap Tadi.

Tadi Jaya Kusumo (45), penjaga rumah Rio Haryanto yang telah bekerja selama lebih dari 20 tahun

Sebagai perbandingan, sejak tampil di ajang balap seri GP2 dari 2012 sampai 2015, Rio berhasil tujuh kali naik podium dengan tiga di antaranya sebagai juara. Sebelum masuk F1, ia bahkan berhasil menyelesaikan GP2 musim 2015 di peringkat keempat.

Hal ini berbeda jauh dengan pencapaiannya di dunia F1. Rio berada di peringkat ke-23 dari 24 pebalap dalam klasemen sementara musim ini dan tanpa perolehan poin.

Setelah menjalani 12 seri balapan musim ini di F1, status Rio dari pebalap utama berubah jadi pebalap cadangan  karena dia gagal memenuhi tenggat waktu tim Manor Racing untuk melunasi sisa uang kontrak yang mencapai 7 juta euro.

Mendatang, Tadi berharap Rio bisa mendapat tim lagi selain Manor Racing di musim berikutnya. "Supaya saya bisa mendukung Rio balapan lagi. Kalau tim sekarang menurut saya tidak bagus, tidak mungkin bisa jadi juara.

"Tetap semangat. Rio harus semangat lagi," ucapnya.

(vws)