Berkat prestasinya tersebut Ni Nengah pun mendapatkan bonus Rp1 miliar serta tunjangan hari tua dari Kementerian Pemuda dan Olahraga RI. Namun, bukan hanya itu. Ni Nengah pun mendapatkan bonus khusus dari Menpora Imam Nahrawi, yakni ditraktir makan soto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tahu Ni Nengah ini sangat rindu soto. Dia sempat berkata, 'Pokoknya kalau saya sudah sampai Jakarta, akan makan soto daging pedes,'," kata Imam dalam konferensi pers di Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (21/9) petang.
Atlet difabel yang meraih medali perunggu di ajang Paralimpiade 2016, Ni Nengah Widiasih, mendapatkan bonus Rp 1 miliar dari Kemenpora. (CNN Indonesia/Arby Rahmat) |
Tepat pukul 18.16, para kontingen Indonesia untuk Paralimpiade 2016 disambut langsung Imam dan perwakilan dari KOI. Ni Nengah tampak tak dapat berkata-kata saat menerima secara simbolis uang bonus sebesar Rp 1 miliar dan piagam penghargaan dari Imam.
"Saya tidak tahu harus bicara apa. Yang jelas, saya sangat bersyukur setelah menempuh penerbangan 32 jam dan sampai selamat di Jakarta," ucap Ni Nengah dengan mata berkaca-kaca.
"Terima kasih pemerintah Indonesia. Saya bersyukur ini berkat Tuhan saya bisa meraih ini. Bukan karena kekuatan saya, tapi Tuhan bersama saya," ucapnya menambahkan.
Selain disambut Menpora, Presiden RI Joko Widodo pun dijadwalkan akan menerima secara resmi Tim Paralimpiade Indonesia besok (22/9) pagi pukul 09.00 di Istana Negara, Jakarta.
Dalam Paralimpiade tahun ini, Indonesia mengirimkan sembilan atlet. Jumlah itu lebih banyak dibandingkan gelaran sebelumnya di London empat tahun lalu. Kala itu Indonesia hanya mengirimkan 4 atlet, dan berhasil membawa pulang 1 medali perunggu atas nama Dian David Jakob dari cabang tenis meja.
(kid)
Atlet difabel yang meraih medali perunggu di ajang Paralimpiade 2016, Ni Nengah Widiasih, mendapatkan bonus Rp 1 miliar dari Kemenpora. (CNN Indonesia/Arby Rahmat)