"Harapannya seperti yang dulu-dulu saja, yaitu PSSI dipimpin orang-orang fairplay, sportif, tidak curang. Kalau menginginkan suporter tidak ada bunuh-bunuhan, yang di atas harus intropeksi. Suporter diperhatikan," kata Yanto ketika dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (10/11) siang.
"Rivalitas tidak usah bunuh-bunuhan, perlu berapa korban lagi? Capek lihat begitu. Yang di atas ngopi bareng, di bawah bunuh-bunuh," katanya menambahkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harun tewas karena pukulan benda tumpul dalam bentrok dengan masyarakat sekitar di kawasan Palimanan, Cirebon, Jawa Barat. Bentrok terjadi ketika rombongan The Jakmania dalam perjalanan pulang ke Jakarta usai mendukung kesebelasannya dalam laga melawan Persib Bandung di Solo.
Hari ini PSSI menggelar kongres untuk memilih Ketua, Wakil, dan anggota Komite Eksekutif yang baru periode 2016-2020 di Hotel Mercure Ancol.
Puluhan Bonek hadir untuk menagih janji anggota Komite Eksekutif PSSI, Tonny Aprilani, yang sebelumnya menjamin tuntutan Bonek soal Persebaya dikabulkan. Tuntutan pertama adalah pengembalian hak dan status Persebaya sebagai anggota PSSI dan yang kedua adalah keikutsertaan Persebaya di kompetisi tingkat nasional.
Namun, segala tuntutan tersebut batal dibahas dalam Kongres PSSI hari ini lantaran tidak disetujui para pemegang suara. (vws)