Seperti diunggah di lama facebook resmi Sriwijaya FC, rombongan tim berjulukan Laskar Wong Kito tersebut meninggalkan Hotel Maureen Serui, Senin (21/11) pukul 04.00 subuh WIT. Skuat Sriwijaya pergi lebih awal untuk mengejar penerbangan dari Biak menuju Jakarta yang dijadwalkan terbang pukul 10.45 WIT.
Dari Serui, rombongan tim harus menggunakan kapal speed boat menuju pelabuhan Saubeba yang jaraknya cukup jauh hingga memakan waktu hampir dua jam. Setiba di sana, Firman dan yang lainnya harus menunggu selama sekitar 1,5 jam lantaran kapal speed boat yang akan membawa rombongan ke Biak belum tiba.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beruntung rombongan berhasil sampai tepat waktu dan langsung mengurus tiket kepulangan mereka. Namun, nasib berbeda dialami rombongan yang lain.
Kapal berikutnya yang mengangkut tiga pelatih, empat ofisial dan delapan pemain Laskar Wong Kito pun mogok, tapi dengan waktu yang lebih lama dibandingkan kapal milik Basarnas Biak.
Hal ini dikarenakan gelombang kedua Sriwijaya FC ini menggunakan kapal speed boat biasa yang tak tahan goncangan dan air mudah masuk ke dalam mesin kapal.
Kapten kapal lantas memutuskan untuk berlabuh sebentar ke pulau tak berpenghuni yang berada di sekitar lokasi kapal. Sayangnya, perbaikan mesin yang memakan waktu selama 30 menit tidak berhasil menolong rombongan kedua ini tiba tepat waktu di Bandara Biak.
Foto: Screenshoot via Instagram/@sriwijayapediaKapal Sriwijaya FC terombang-ambing di tengah laut lepas karena kerusakan mesin dari Serui menuju Biak. (Screenshoot via Instagram/@sriwijayapedia) |
Alhasil, manajemen akhirnya memutuskan untuk menginapkan mereka semalam terlebih dahulu karena penerbangan ke Jakarta sudah tidak ada lagi.
Selasa (22/11) ini dikabarkan Facebook resmi Sriwijaya FC, rombongan pertama sudah tiba di Palembang dengan selamat. Sementara rombongan kedua yang terdampar sudah berada serta menginap di Biak dan baru akan melanjutkan penerbangan ke Palembang besok pagi.
"Alhamdulillah semua kondisi pemain, pelatih, dan ofisial Sriwijaya FC dalam keadaan baik," demikian tertulis dalam Facebook resmi Sriwijaya FC tersebut.
Firman pun menyebut perjalanan ke Papua memang menjadi ujian terbesar para pemain untuk uji nyali di Indonesia bagian timur itu.
"Bayangkan saja kami mesti melalui perjalanan ke Jakarta selama lebih dari enam jam dengan kondisi seperti itu. Mudah-mudahan hal ini dapat menjadi perhatian siapapun," ujar Firman
"Kami semua kelelahan sekarang. Semoga sarana dan prasarana di sana dapat jadi lebih baik." (bac)
Foto: Screenshoot via Instagram/@sriwijayapedia