Hanya lima hari setelah merebut gelar juara dunia pertama, Rosberg membuat keputusan mengejutkan yaitu mengakhiri kariernya di dunia balapan. Jordan menyatakan bahwa alasan sebenarnya di balik keputusan itu baru akan terungkap di masa depan, tapi ia yakin ada pengaruh Hamilton di dalamnya.
"Jika Hamilton tak sekuat itu, saya kira Rosberg masih akan membalap," kata Jordan kepada BBC 5 Live. "Mungkin ia (Rosberg) akan berpikir masih bisa mendominasi kejuaraan ini satu tahun lagi."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan itu satu-satunya faktor yang dipercaya Jordan jadi alasan Rosberg angkat kaki. Menurutnya, Rosberg juga terpengaruh cara-cara Mercedes memperlakukan Hamilton.
Rosberg yang harus finis di podium untuk mengamankan gelar juara, berada dalam situasi menegangkan hingga akhirnya melintasi garis finis.
Bos Mercedes, Toto Wolff, menyebut perbuatan Hamilton itu sebagai "tindakan anarkis" dan sempat mempertimbangkan sanksi untuk pebalap asal Inggris itu. Tapi pada akhirnya Mercedes diam.
Jordan tak percaya bahwa Mercedes lebih memihak Hamilton, tapi ia meyakini bahwa beberapa keputusan Mercedes mempengaruhi pemikiran Rosberg.
"Ia (Rosberg) mungkin berpikir petinggi-petinggi Mercedes terlalu pro-Hamilton. Saya tak percaya hal itu terjadi, dan saya tak punya alasan untuk memercayai itu," kata Jordan.
"Tapi itu proses pikiran yang dipercayai Rosberg. Ia yakin bahwa manajemen bersikap lemah menanggapi beberapa hal yang Lewis lakukan, sikapnya dan caranya melakukan sesuatu."
"Dan kami hanya perlu sejenak melihat ke belakang pada cara Hamilton bersikap kepada manajemen di balapan terakhir di Abu Dhabi." (vws)