Jordan: Rosberg Pensiun karena Yakin Mercedes Pro-Hamilton

Vetriciawizach, CNN Indonesia | Sabtu, 03/12/2016 09:35 WIB
Jordan: Rosberg Pensiun karena Yakin Mercedes Pro-Hamilton Nico Rosberg sempat mendapat tekanan di GP Abu Dhabi karena Lewis Hamilton enggan memacu kendaraan. (AFP PHOTO / MOHAMMED AL-SHAIKH)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan bos tim di Formula 1, Eddie Jordan, meyakini keputusan Nico Rosberg pensiun dari ajang balap jet darat itu adalah karena sangat sukar bersaing dengan Lewis Hamilton musim depan.

Hanya lima hari setelah merebut gelar juara dunia pertama, Rosberg membuat keputusan mengejutkan yaitu mengakhiri kariernya di dunia balapan. Jordan menyatakan bahwa alasan sebenarnya di balik keputusan itu baru akan terungkap di masa depan, tapi ia yakin ada pengaruh Hamilton di dalamnya.

"Jika Hamilton tak sekuat itu, saya kira Rosberg masih akan membalap," kata Jordan kepada BBC 5 Live. "Mungkin ia (Rosberg) akan berpikir masih bisa mendominasi kejuaraan ini satu tahun lagi."


"Tapi Rosberg tahu bahwa Lewis akan kembali dengan lebih kuat, kerja lebih keras, dan lebih fokus dari tahun ini."

Bukan itu satu-satunya faktor yang dipercaya Jordan jadi alasan Rosberg angkat kaki. Menurutnya, Rosberg juga terpengaruh cara-cara Mercedes memperlakukan Hamilton.

Di seri terakhir F1 2016, GP Abu Dhabi, Hamilton sempat membantah perintah tim dari pesan radio. Hamilton yang saat itu memimpin balapan dengan sengaja tak memacu kencang mobil agar Rosberg mendapat tekanan. Saat itu Rosberg berada di posisi dua dan dibuntuti Sebastian Vettel (Ferrari) serta Max Verstappen (Red Bull).

Rosberg yang harus finis di podium untuk mengamankan gelar juara, berada dalam situasi menegangkan hingga akhirnya melintasi garis finis.

Bos Mercedes, Toto Wolff, menyebut perbuatan Hamilton itu sebagai "tindakan anarkis" dan sempat mempertimbangkan sanksi untuk pebalap asal Inggris itu. Tapi pada akhirnya Mercedes diam.

Jordan tak percaya bahwa Mercedes lebih memihak Hamilton, tapi ia meyakini bahwa beberapa keputusan Mercedes mempengaruhi pemikiran Rosberg.   

"Ia (Rosberg) mungkin berpikir petinggi-petinggi Mercedes terlalu pro-Hamilton. Saya tak percaya hal itu terjadi, dan saya tak punya alasan untuk memercayai itu," kata Jordan.

"Tapi itu proses pikiran yang dipercayai Rosberg. Ia yakin bahwa manajemen bersikap lemah menanggapi beberapa hal yang Lewis lakukan, sikapnya dan caranya melakukan sesuatu."

"Dan kami hanya perlu sejenak melihat ke belakang pada cara Hamilton bersikap kepada manajemen di balapan terakhir di Abu Dhabi." (vws)