Pelemparan tersebut pun membuat kaca samping kanan bagian depan bus pecah. Bahkan, batu juga mengenai kaki pelatih kiper timnas Indonesia Gatot Prasetyo dan dokter timnas Indonesia, Syarif Alwi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Riedl memang menyayangkan aksi anarkis tersebut. Namun, pelatih yang pernah menangani Vietnam pada 1998 hingga 2007 itu percaya, kebrutalan tersebut sama sekali tidak mewakili suporter Negeri Paman Ho secara keseluruhan.
“Sekitar 99 persen suporter vietnam merupakan pendukung yang sportif, dan tidak masalah besar, tapi ada segelintir oknum tidak bertanggung jawab yang melakukan ini," ungkap Riedl saat ditemui sejumlah wartawan di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (8/12).
Riedl sendiri beruntung tidak mengalami luka-luka akibat aksi pelemparan batu terhadap bus timnas Indonesia.
Saat itu bus terpaksa kembali ke dalam Stadion My Dinh dan timnas menggunakan bus baru lainnya. Pihak militer Vietnam juga langsung memberikan pengawalan ketat mengiringi bus sepanjang perjalanan hingga sampai ke Hotel Daewoo Hanoi.
Pada leg kedua semifinal itu Indonesia mampu mengimbangi Vietnam 2-2 dan lolos ke final karena menang agregat 4-3 atas Vietnam, setelah pada leg pertama di Stadion Pakansari Cibinong, Garuda menang 2-1.
Aksi pelemparan tersebut pun diduga sebagai bentuk kekecewaan oknum suporter karena timnya gagal ke final. Lantas, rombongan timnas yang menjadi pelampiasan kemarahan suporter tersebut.
Perwakilan kelompok suporter Vietnam juga sebelumnya amat mengecam aksi itu dan meminta maaf kepada timnas Indonesia.
"Saya tidak percaya ada orang yang melakukan tindakan buruk tersebut. Sepak bola adalah sepak bola, menang atau kalah itu normal."
"Kami tidak bisa menerima [ulah oknum] itu, setelah wasit meniup peluit, pertandingan berakhir dan kami menerima hasil pertandingan," kata Ketua Suporter Sepak Bola Vietnam (VFS) Tran Huu Nghia seperti dikutip dari media massa Vietnam, Thanh Nien, Kamis (8/12).
Nghia pun menilai pelemparan batu ke bus yang ditumpangi timnas Indonesia telah memberikan citra yang buruk terhadap negara serta rakyat Vietnam yang selama ini dikenal ramah dan bersahabat.
"Mereka (yang melempari batu) tidak cinta timnas Vietnam. Tindakan mereka telah memberikan luka besar terhadap citra sepak bola di Vietnam," ucapnya. (ptr)