Catatan Menarik Hansamu dari Fase Gugur Piala AFF 2016
Dika Dania Kardi | CNN Indonesia
Kamis, 15 Des 2016 06:19 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Keberhasilan timnas Indonesia mencatat kemenangan 2-1 atas timnas Thailand pada leg pertama final Piala AFF 2016 menyisakan beberapa catatan menarik.
Pertama adalah keberuntungan Hansamu Yama Pranata. Bek asal tim Barito Putera itu mencetak gol kemenangan Indonesia atas Thailand lewat sundulan.
Gol di menit ke-70 itu pun membangkitkan semangat skuat Timnas serta para suporter Indonesia yang menyesaki Stadion Pakansari, Rabu (14/12) malam WIB.
Uniknya, gol ke gawang Thailand itu menjadi gol kedua Hansamu di ajang Piala AFF 2016. Sebelumnya pemuda kelahiran Mojokerto itu menjebol gawang timnas Vietnam dalam laga semifinal leg pertama di Stadion Pakansari, 3 Desember 2016.
Proses terciptanya dua gol Hansamu Yama pun sama yakni berawal dari skema sepak pojok. Dalam laga melawan Vietnam, Hansamu menerima umpan sepak pojok Rizky Pora dari sudut kiri pertahanan lawan.
Sama pula pada laga melawan Thailand pada Rabu (14/12) malam WIB. Hansamu menyambut sepak pojok Rizky Pora dari sisi yang sama pula.
Bukan hanya itu, ada pula kebetulan yang menarik. Pada laga semifinal leg pertama melawan Vietnam, Hansamu mencetak gol pada menit ketujuh. Lalu pada final leg pertama melawan Thailand malam ini, Hansamu mencetak gol pada menit ke-70.
Hansamu mendapatkan kepercayaan di lini belakang timnas Indonesia sejak fase gugur. Awalnya, pada babak semifinal, Hansamu diplot di sentral pertahanan oleh pelatih timnas Indonesia Alfred Riedl karena hukuman akumulasi kartu yang diterima Rudolof Yanto Basna dan Fachrudin Aryanto.
Sebelumnya, di tiga partai fase grup A, Riedl memasang Yanto Basna dan Fachrudin sebagai duet bek sentral.
Hansamu yang kini berusia 21 tahun itu sendiri sempat mendapatkan cercaan dari sebagian pendukung timnas. Pasalnya dalam hitungan hari jelang Piala AFF 2016, dalam latihan timnas Hansamu melakukan tekel keras yang menyebabkan Irfan Bachdim cedera. Irfan pun urung memperkuat timnas, dan posisinya digantikan Muchlis Hadi Ning Syaifulloh. (vws)
Pertama adalah keberuntungan Hansamu Yama Pranata. Bek asal tim Barito Putera itu mencetak gol kemenangan Indonesia atas Thailand lewat sundulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses terciptanya dua gol Hansamu Yama pun sama yakni berawal dari skema sepak pojok. Dalam laga melawan Vietnam, Hansamu menerima umpan sepak pojok Rizky Pora dari sudut kiri pertahanan lawan.
Bukan hanya itu, ada pula kebetulan yang menarik. Pada laga semifinal leg pertama melawan Vietnam, Hansamu mencetak gol pada menit ketujuh. Lalu pada final leg pertama melawan Thailand malam ini, Hansamu mencetak gol pada menit ke-70.
Hansamu mendapatkan kepercayaan di lini belakang timnas Indonesia sejak fase gugur. Awalnya, pada babak semifinal, Hansamu diplot di sentral pertahanan oleh pelatih timnas Indonesia Alfred Riedl karena hukuman akumulasi kartu yang diterima Rudolof Yanto Basna dan Fachrudin Aryanto.
Sebelumnya, di tiga partai fase grup A, Riedl memasang Yanto Basna dan Fachrudin sebagai duet bek sentral.
Hansamu yang kini berusia 21 tahun itu sendiri sempat mendapatkan cercaan dari sebagian pendukung timnas. Pasalnya dalam hitungan hari jelang Piala AFF 2016, dalam latihan timnas Hansamu melakukan tekel keras yang menyebabkan Irfan Bachdim cedera. Irfan pun urung memperkuat timnas, dan posisinya digantikan Muchlis Hadi Ning Syaifulloh. (vws)