Diakui Aji, dirinya sudah menjalin komunikasi dengan manajemen Arema sejak pertemuan di Stadion Pakansari, Cibinong, ketika menyaksikan pertandingan final Piala AFF 2016, 14 Desember 2016.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ngobrol-ngobrol pertama itu waktu final Piala AFF di Stadion Pakansari. Setelah itu pembicaraan terus berlanjut. Semalam terakhir saya komunikasi dengan mereka. Saya belum berani menyampaikan, biar manajemen dulu yang menyampaikan, baru saya menyusul," ucap Aji.
"Sebagai orang Malang, pastinya saya punya harapan tinggi terhadap prestasi di musim mendatang. Para suporter juga punya pandangan yang luar biasa," ucap Aji.
"Tidak mudah melatih di Arema. Sepak bola di Malang itu berbeda dengan tempat lain dari segi atmosfer, suporternya sudah terbiasa dengan prestasi."
Kondisi itu tidak dijadikan Aji sebagai beban, melainkan sebagai tantangan. Untuk menjawab tantangan itu, semua komponen disebut Aji harus bekerja keras. Mulai dari manajemen, pelatih, asisten pelatih sampai ke pemain.
Arema sendiri memutuskan untuk melepas pelatih Milomir Seslija setelah mereka hanya menjadi runner-up Indonesia Soccer Championship (ISC) A. (har/kid)