Mahaka Pasrah Merek Piala Presiden Dipakai PSSI

Titi Fajriyah, CNN Indonesia | Rabu, 25/01/2017 11:48 WIB
Mahaka Pasrah Merek Piala Presiden Dipakai PSSI Mahaka Sports pasrah jika nama turnamen Piala Presiden juga dipakai PSSI. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Eksekutif Mahaka Sports Hasani Abdul Gani menyebut pihaknya pasrah pengambilalihan oleh PSSI terhadap nama turnamen sepak bola Piala Presiden yang dibuat pihaknya pada 2015.

Hasani menjelaskan, sejak Piala Presiden pertama resmi berakhir Oktober 2015, pihaknya langsung mendaftarkan resmi nama Piala Presiden ke Lembaga Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
Pada 2016, Piala Presiden disebut Hasani resmi menjadi milik Mahaka Sport yang berada di bawah PT Ekatama.

Soal pengambilalihan, Hasani mengatakan ia belum pernah diajak bicara secara resmi oleh PSSI. Meski pernah bertemu dan membicarakan masalah tersebut secara informal, sebagai teman.


"Kalau memang diambil alih PSSI kami tidak masalah. Kecewa saja, tapi tidak perlu diperpanjang," kata Hasani melalui sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com, Rabu (25/1).
Hasani menilai, sepak bola itu soal bisnis. Untuk liga resmi, wajib hukumnya jika PSSI sebagai federasi resmi sepak bola Indonesia yang menjalankan.

Tapi, untuk kompetisi tidak resmi, seperti turnamen Pramusim Piala Presiden bisa saja diambil alih pihak swasta lain.

"Walaupun pada Piala Presiden 2015 kami tetap bekerja sama dengan PSSI. Sejarah ini yang PSSI sekarang tidak tahu. Sekarang, biar masyarakat yang menilai mana yang lebih baik," ungkap Hasani.

"Yang penting demi sepak bola. Ini juga jadi pelajaran buat ke depannya bagi mereka (PSSI)," simpulnya.
Terpisah, Sekjen PSSI Ade Wellington tidak ingin banyak komentar ketika dikonfirmasi. Ade menyebut PSSI sendiri akan langsung bertugas sebagai operator untuk Piala Presiden 2017 yang akan dimulai 4 Februari mendatang.

"PSSI akan berusaha menjalankan Piala Presiden secara maksimal," pungkas Ade melalui pesan singkatnya. (bac/har)