Apalagi, pemecatan itu diiringi kabar disokong pemain senior dalam tim. Diakui Shakespeare itu membuat tugasnya sebagai caretaker menjadi berat.
"Terasa ketegangan di setiap orang dari mulai staf pelatih dan pemain. Dan saya kira ada banyak alasan kenapa itu terjadi," ujar Shakespeare.
Menurut pria yang semasa muda berkarier sebagai pemain gelandang tersebut kepergian N'Golo Kante telah membuat tim menjadi tak seimbang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Shakespeare menegaskan dirinya akan memberi yang terbaik apapun situasinya bagi Leicester--baik tetap sebagai caretaker maupun kembali menjadi staf setelah kedatangan manajer baru.
Itu pula yang diamini penyerang Leicester, Jamie Vardy. Pria yang mencetak dua gol untuk kemenangan 3-1 atas Liverpool itu mengatakan para pemain The Foxes kini tersulut motivasi untuk membuktikan segala pemberitaan atas timnya salah.
"Sebelum pertandingan kami berbicara dengan Shakes dan dia meminta kepada kami apa yang kami pikir terbaik untuk dilakukan [di lapangan]," ujar Vardy menceritakan situasi di ruang ganti sebelum laga melawan Liverpool.
Lihat juga: Klopp Kecewa Liverpool Tak Berdaya |
Nigel Pearson (kanan) adalah sosok yang membawa Craig Shakespeare ke Leicester City. (Reuters/Paul Currie)