Drinkwater Dukung Shakespeare Jadi Manajer Tetap di Leicester
Jun Mahares | CNN Indonesia
Senin, 06 Mar 2017 20:27 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Danny Drinkwater mendukung penuh Craig Shakespeare untuk menjabat pelatih tetap Leicester City. Manajer asal Inggris itu dianggap layak meneruskan kesuksesan Claudio Ranieri di King Power Stadium.
Shakespeare yang berstatus sebagai manajer interim, kini mulai menyita perhatian setelah berhasil mendongkrak performa Leicester yang sempat ambruk di bawah kendali Ranieri.
Kepercayaan para pemain Leicester mulai tumbuh kepada Shakespeare usai berhasil mengantar 'Si Rubah' meraup dua kemenangan beruntun sepeninggal Ranieri yang dipecat pada Februari lalu.
Di bawah kendali Shakespeare, The Foxes, secara mengejutkan mampu melibas Liverpool dengan skor 3-1. Hasil manis berlanjut setelah Jamie Vardy dkk meraih kemenangan kedua dengan mengalahkan Hull City.
Drinkwater berharap manajemen segera mempermanenkan status Shakespeare sebagai manajer tetap.
"Kami berhasil memenangkan dua pertandingan, tapi tugas kami belum selesai sepenuhnya," kata Drinkwater seperti dilansir Soccerway.
"Kami akan terus bekerja keras dan memastikan apa yang kami perlukan dalam sepekan untuk mempersiapkan diri menjelang pertandingan."
Drinkwater mengaku mendukung penuh kebijakan klub untuk memutuskan pengganti sepadan Ranieri di kursi kepelatihan. Namun, ia juga yakin Shakespear layak dipertimbangkan sebagai kandidat utama.
"Kami akan mendukung setiap manajer yang datang. Namun, setiap pemain mungkin lebih mengenal Shakes dibandingkan orang lain. Jika dia mendapatkan (manajer permanen), mungkin akan cocok," ujarnya.
Sejumlah pemain Leicester tentu sudah mengenal sosok Shakespeare yang telah delapan musim bersama Leicester. Pria berusia 53 tahun itu bahkan sudah berada di King Power Stadium jauh sebelum Ranieri tiba.
"Sebagian dari kami sudah mengenalnya sejak lama. Namun, jika ia tidak dilanjutkan maka kami akan tetap mendukungnya dengan segala cara," ujar Drinkwater.
Gelandang 26 tahun itu menyebut Shakespeare memberikan instruksi permainan dengan sederhana sehingga mempermudah pemain tampil leluasa di lapangan. Inilah yang membuat Leicester kembali tampil bergairah di setiap laga.
Dua kemenangan beruntun di Liga Primer membuat Liecester kian menjauhb dari zona degradasi. Pasukan Si Rubah kini menguni peringkat ke-15, berjarak lima poin dari batas degradasi. (jun)
Shakespeare yang berstatus sebagai manajer interim, kini mulai menyita perhatian setelah berhasil mendongkrak performa Leicester yang sempat ambruk di bawah kendali Ranieri.
Lihat juga:Leicester City Menang Dua Kali Beruntun |
Kepercayaan para pemain Leicester mulai tumbuh kepada Shakespeare usai berhasil mengantar 'Si Rubah' meraup dua kemenangan beruntun sepeninggal Ranieri yang dipecat pada Februari lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Manajer interim Leicester City Craig Shakespeare sukses meraih kemenangan di laga perdana lawan Liverpool. (Reuters/Jason Cairnduff) |
Drinkwater berharap manajemen segera mempermanenkan status Shakespeare sebagai manajer tetap.
"Kami akan terus bekerja keras dan memastikan apa yang kami perlukan dalam sepekan untuk mempersiapkan diri menjelang pertandingan."
Lihat juga:Laba Leicester City Meningkat |
Drinkwater mengaku mendukung penuh kebijakan klub untuk memutuskan pengganti sepadan Ranieri di kursi kepelatihan. Namun, ia juga yakin Shakespear layak dipertimbangkan sebagai kandidat utama.
"Kami akan mendukung setiap manajer yang datang. Namun, setiap pemain mungkin lebih mengenal Shakes dibandingkan orang lain. Jika dia mendapatkan (manajer permanen), mungkin akan cocok," ujarnya.
Sejumlah pemain Leicester tentu sudah mengenal sosok Shakespeare yang telah delapan musim bersama Leicester. Pria berusia 53 tahun itu bahkan sudah berada di King Power Stadium jauh sebelum Ranieri tiba.
Lihat juga:Conte Komentari Penghargaan untuk Kante |
"Sebagian dari kami sudah mengenalnya sejak lama. Namun, jika ia tidak dilanjutkan maka kami akan tetap mendukungnya dengan segala cara," ujar Drinkwater.
Gelandang 26 tahun itu menyebut Shakespeare memberikan instruksi permainan dengan sederhana sehingga mempermudah pemain tampil leluasa di lapangan. Inilah yang membuat Leicester kembali tampil bergairah di setiap laga.
Dua kemenangan beruntun di Liga Primer membuat Liecester kian menjauhb dari zona degradasi. Pasukan Si Rubah kini menguni peringkat ke-15, berjarak lima poin dari batas degradasi. (jun)
Manajer interim Leicester City Craig Shakespeare sukses meraih kemenangan di laga perdana lawan Liverpool. (Reuters/Jason Cairnduff)