Edy meyakinkan, perbedaan regulasi yang digunakan itu tidak akan membuat Indonesia kembali mendapat sanksi dari FIFA. Ini dilakukan lantaran Indonesia membutuhkan pembinaan bagi pemain.
Lihat juga:Persiwa Wamena Mundur dari Liga 2 |
"Sudah dikomunikasikan ke AFC. Tidak akan kena sanksi. Kena sanksi itu kalau kita ribut-ribut," ucap Edy kepada wartawan ketika dikonfirmasi, Kamis (30/3).
Disebut Edy, Indonesia masih kekurangan pemain dari segi kuantitas maupun kualitas. Pembatasan usia pemain di level kompetisi diharapkan bisa menjadi solusi bagi sepak bola Indonesia yang kering prestasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, regulasi pergantian pemain ini tidak diberlakukan di Liga 2. Kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia ini masih mengikuti aturan yang diberlakukan FIFA terkait pergantian pemain, yakni tiga kali.
Terpisah, CEO PT Liga Indonesia Baru (LIB) Risha Adi Wijaya enggan berkomentar soal perizinan FIFA untuk menggunakan regulasi lima kali pergantian pemain.
"Kalau Pak Ketum (Ketua Umum Edy Rahmayadi) bilang sudah ke FIFA, ya berarti sudah," jelasnya.