Rossi berhasil membungkam kritikan dengan finis di posisi ketiga GP Qatar di belakang rekan setimnya di Movistar Yamaha, Maverick Vinales, dan pebalap Ducati: Andrea Dovizioso.
Lihat juga:Marco Simoncelli Diabadikan pada Perangko |
Awalnya banyak pihak memprediksi The Doctor akan meraih hasil buruk di Sirkuit Losail setelah harus start dari posisi sepuluh. Terlebih Rossi selalu gagal mengimbangi kecepatan sejumlah pebalap, termasuk Vinales dan Marc Marquez.
"Seperti yang sudah sering dia tunjukkan, Rossi kembali menampilkan performa yang jenius, dan meraih podium dalam balapan yang sepertinya akan jadi bencana baginya," ujar Beltramo kepada Sky Sports Italia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Valentino Rossi menjadi pebalap tertua yang mampu meraih podium MotoGP. (AFP PHOTO / Karim JAAFAR) |
Sebelum balapan GP Qatar, banyak pihak menganggap Rossi sudah terlalu tua untuk bisa bersaing di MotoGP. Namun, Beltramo mengatakan Rossi telah menunjukkan dirinya abadi di ajang balap motor Grand Prix.
Lihat juga:Marquez: Vinales Musuh Nomor Satu |
Rossi sendiri senang bisa membungkam para pengkritik. Pebalap 38 tahun itu mengatakan suksesnya di GP Qatar karena kerja keras tim mekanik Yamaha yang menemukan setelan motor M1 yang tepat.
"Ketika saya tidak mendapatkan hasil bagus selama dua atau tiga bulan, orang-orang akan mengatakan saya sudah tua. Jadi saya ingin mengucapkan terima kasih kepada mereka yang bekerja bersama saya, mereka yang selalu mendukung saya di Yamaha," ucap Rossi.
Valentino Rossi menjadi pebalap tertua yang mampu meraih podium MotoGP. (