Sebelumnya dalam sebuah wawancara, Bouchard menyebut Sharapova sebagai petenis yang curang. Dia berpikir bahwa atlet yang berbuat curang dalam olahraga manapun tidak diperbolehkan lagi untuk tampil dalam suatu pertandingan.
"Dia adalah petenis yang curang dan saya pikir seseorang yang berbuat curang dalam olahraga manapun tidak diperbolehkan untuk tampil lagi. Saya pikir WTA memberikan pesan yang sama untuk petenis muda," kata Bouchard kepada TRT World, Kamis (27/4).
Menanggapi pernyataan pedas Bouchard, Sharapova hanya menjawabnya singkat. Petenis asal Rusia itu mengaku tidak level untuk menjawab komentar Bouchard.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maria Sharapova kembali bermain setelah menjalani sanksi dua tahun karena kasus doping. (REUTERS/Ralph Orlowski) |
Sharapova mendapatkan keringanan pengurangan masa hukuman akibat skandal doping dari Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Ia yang sebelumnya dikenakan hukuman larangan bermain selama dua tahun pada Juni lalu, kini kembali berkompetisi mulai 26 April.
Sharapova saat ini tengah berkompetisi dalam turnamen Stuttgart Terbuka dengan status wild card. Persoalannya adalah turnamen itu berlangsung kurun waktu 24-30 April 2017. Dengan kata lain, Sharapova mengikuti turnamen sebelum masa hukumannya akibat skandal doping berakhir pada 26 April 2017.
Kendati begitu, Sharapova tak gubris omongan Bouchard dan tetap fokus menjalani turnamen. Sharapova saat ini sudah masuk ke babak perempat final usai menumbangkan petenis Italia Roberta Vinci dan petenis Rusia Ekaterina Makarova.
Kini petenis 30 tahun tersebut bersiap diri menghadapi petenis Estonia, Anett Kontaveit, sebelum menembus babak semifinal.
Fakta menarik dari perang kata-kata dua petenis wanita ini adalah, Bouchard pernah mengaku sangat mengidolakan Sharapova ketika masih kecil.
Maria Sharapova kembali bermain setelah menjalani sanksi dua tahun karena kasus doping. (