Gatot didampingi oleh Ketua Umum Komite Olahraga Indonesia (KOI) Eric Thohir, melepas rombongan atlet yang akan berjuang pada ajang ISG di Baku, Azerbaijan.
Pada acara itu, Sesmenpora menyampaikan pesan kepada para atlet agar berjuang pada ISG semaksimal mungkin karena ajang ini akan menjadi event yang menentukan untuk berlaga di ajang berikutnya.
"Kita tahu, setelah ISG ini ada SEA Games 2017, Asian Indoor and Martial Arts Games di Ashgabat, Turkmenistan 2017. Belum lagi single event yang lain dan puncaknya nanti di Asian Games 2018. Berjuanglah dengan baik, pemerintah akan mendukung sepenuhnya dan ini menjadi ranahnya Kemenpora."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga mengatakan agar para atlet di ISG tetap fokus untuk berjuang memenangkan medali di cabang olahraga masing-masing. Gatot juga mengingatkan para atlet agar tak terlalu terbebani target karena terpenting berjuang maksimal di ISG.
"Berkaitan dengan bonus, selama ini pemerintah sudah memberikan bonus yang berlaga di internasional. Tetapi karena regulasi, struktur anggaran yang masih memungkinkan menerima bonus paling rendah pada level Sea Games, Asian Para Games, Asian Games dan paling tinggi adalah Olimpiade."
"Di luar itu memang ada beberapa single event yang diberikan. Untuk ajang ISG ini kita tidak kasih (bonus) karena struktur anggaranya tidak ada. Tapi apresiasi tidak hanya berbentuk uang. Semoga untuk ISG ke-5 akan datang, kami bisa menyediakan bonus," terang Gatot.
Kontingen Indonesia pada ISG 2017 berkekuatan 147 orang terdiri dari 105 atlet dan 42 ofisial. Semua atlet ini akan turun di 13 cabang olahraga yang dipertandingkan. Sebanyak 13 cabang olahraga ini antara lain basket, voli, menyelam, renang, atletik, para atletik, gimnastik, judo, karate, menembak, taekwondo, angkat beban dan wushu.