Nicky Hayden Bukan Pebalap GP yang Tersukses dari Amerika

Dika Dania Kardi, CNN Indonesia | Selasa, 23/05/2017 22:23 WIB
Nicky Hayden Bukan Pebalap GP yang Tersukses dari Amerika Sepanjang hidupnya, Nicky Hayden yang menjadi juara dunia MotoGP 2006 itu hanya mampu memenangi tiga grand prix. (AFP PHOTO / Eduardo Ripoll)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mangkatnya pebalap motor asal Amerika Serikat, Nicky Hayden memberikan duka mendalam di insan balap dunia. Pebalap yang tahun ini berkompetisi di Kejuaraan Dunia Superbike itu menghembuskan nafas terakhirnya pada Senin (22/5) setelah dirawat intensif akibat tertabrak mobil di Italia pada 17 Mei lalu.

Hayden yang pernah menjadi juara dunia MotoGP 2006 itu pun didapuk sebagai salah satu legenda balap motor besar tersebut. Nyatanya prestasi Hayden di MotoGP hingga kini masih dianggap sebelah mata.

Sempat jadi rookie terbaik pada 2003 silam, Hayden menjuarai MotoGP bisa dikatakan tak lepas dari keberuntungan. Pasalnya pria yang wafat di usia 35 itu pada 2006 silam jadi juara dunia dengan hanya meraih dua kemenangan sepanjang musim.


Padahal Valentino Rossi yang menjadi rival utamanya berhasil meraih lima kemenangan. Kunci sukses Hayden kala itu adalah konsistensi. Sepanjang musim Hayden yang kala itu membalap untuk tim Repsol Honda hanya sekali gagal finis. Pada seri terakhir Hayden beruntung, meski ia finis ketiga rival terdekatnya Valentino Rossi finis di posisi ke-13.

Pada ‘tikungan terakhir’ Hayden menyalip Rossi di puncak klasemen dan menjadi juara dunia dengan keunggulan lima poin dari pebalap Italia tersebut.

Sejak merebut gelar MotoGP 2006, karier Hayden terus menurun. Padahal Hayden mendapat kepercayaan memperkuat tim besar seperti Ducati, bahkan kembali menjadi rekan setim Rossi pada musim 2011 dan 2012.

Termasuk dua kemenangan pada 2006 tersebut, total Hayden memiliki catatan tiga kemenangan di MotoGP dari total 28 kali naik podium. Hal itu pun semakin membuat prestasi Hayden dinilai tak sebanding dengan para pebalap asal Negara Paman Sam yang lebih legendaris. Namun, tetap saja di era MotoGP, Hayden yang akrab dengan julukan Kentucky Kid merupakan yang nomor wahid hingga saat ini. Ia satu-satunya pebalap AS yang berhasil menjadi juara dunia di era MotoGP.

Dan, berikut beberapa nama pebalap legendaris asal AS di sirkuit balap motor kelas primer tersebut:

Kenny Roberts

Pria asal California, Amerika Serikat ini merupakan pebalap Negara Paman Sam pertama yang berhasil meraih titel juara dunia balap motor kelas primer Dulu, kala MotoGP masih ditulis dengan nama pasar GP500, Roberts berhasil mencetak hattrick gelar juara dunia: 1978, 1979, 1980.

Roberts pun mencatatkan dirinya sebagai rookie yang langsung menjadi juara dunia yaitu pada 1978 silam. Salah satu kekuatan Roberts di lintasan balap sirkuit adalah akarnya sebagai pebalap dirt track. Catatan lain, sepanjang kariernya dari mulai di kelas 250 cc pada 1974 hingga berakhirnya di 500cc pada 1983, Roberts adalah pebalap untuk tim Yamaha.

Sepanjang kariernya Roberts berhasil menang di 24 grand prix dan total berdiri di podium 44 kali.

Eddie Lawson

Eddie Lawson adalah pebalap Amerika Serikat tersukses dengan keberhasilan menjadi juara dunia sebanyak empat kali: 1984, 1986, 1988, dan 1989. Sepanjang kariernya dari mulai 1983 hingga 1992, Lawson pernah membalap untuk tim Yamaha, Honda, dan Cagiva. Namun, ia menghabiskan sebagian besar kariernya di tim Yamaha.

Lawson adalah pebalap kelas primer pertama yang berhasil menjadi juara dunia beruntun dengan dua pabrikan berbeda yakni bersama Yamah dan Honda pada 1988 dan 1989. Sepanjang kariernya Lawson berhasil menang 31 grand prix dan total berdiri di podium 78 kali.

Freddie Spencer

Pada 1983, bocah dari Louisiana, Amerika Serikat, berhasil mengalahkan Kenny Roberts di perburuan titel juara dunia. Bocah itu adalah Freddie Spencer. Spencer yang kala itu berusia 20 menjadi juara dunia pada musim ketiganya di kelas 500cc. Gelar juara dunia itu diraih Spencer bersama tim Honda. Ia memecundangi Roberts dengan keunggulan dua poin di akhir musim balap.

Ia kemudian menjadi juara dunia lagi setahun berselang yaitu pada 1985. Sepanjang kariernya dari mulai di kelas 250cc pada 1980 hingga mundur pada 1993 di kelas 500 cc, Spencer membalap menggunakan motor Yamaha dan Honda.

Sepanjang kariernya Spencer berhasil juara di 27 grand prix dan total berdiri di podium 39 kali.

Wayne Rainey

Nama besar pebalap-pebalap Amerika di lintasan balap kelas primer kemudian diharumkan lagi oleh pebalap California, Wayne Rainey. Rainey yang menjadi rookie di kelas primer pada 1988 berhasil menjadi juara dunia pada 1990. Rainey pun mengulang kisah sukses Kenny Roberts bersama motor Yamaha di mana dia mencetak hattrick juara dunia 1990, 1991, dan 1992.

Sepanjang kariernya Rainey berhasil menang 24 grand prix dan total berdiri di podium 65 kali.

Kevin Schwantz

Pebalap asal Houston ini merupakan sosok kejutan yang membawa tim Suzuki jadi salah satu tim elite. Ia menjadi rookie kelas primer pada 1986 dan semakin menunjukkan peningkatan prestasi selama paruh kedua dekade 1980an tersebut.

Saat Rainey mendominasi kelas primer, Schwantz adalah rival terberatnya. Dan, Schwantz berhasil mengalahkan Rainey untuk menjadi juara dunia di musim balap 1993. Sementara saat itu Rainey finis di peringkat dua klasemen akhir.

Schwantz menutup kariernya di kelas primer pada 1995 dengan torehan 25 kemenangan dan 51 podium.

Baca: Kenangan Terakhir Schwantz pada Hari Kecelakaan Hayden

Kenny Roberts Jr

Putra dari Kenny Roberts ini pernah bersaing dengan Nicky Hayden di lintasan balap yakni pada musim 2003 hingga 2007.

Roberts Jr berhasil menjadi juara dunia kelas primer pada tahun ketiga dirinya berada di kompetisi tersebut. Kala itu, di kelas 500cc, Roberts yang membalap dengan motor Suzuki menjadi juara dunia pada 2000 silam.

Itu adalah satu-satunya gelar juara dunia untuk masa emas kariernya yang pendek di kelas primer. Setelah gelar juara dunia didapatkan pada 2000 silam, prestasi Roberts melempem drastis hingga akhirnya memutuskan mundur pada 2007 silam.

Tapi, yang menjadi catatan Roberts Jr bersama Kenny Roberts adalah satu-satunya ayah-anak yang mampu menjadi juara dunia balap kelas primer hingga saat ini.

Sepanjang kariernya Roberts Jr berhasil menang 8 grand prix dan total berdiri di podium 22 kali.