Insiden itu menewaskan lima orang, tiga di antaranya adalah petugas Kepolisian Republik Indonesia dan dua lagi terduga pelaku bom bunuh diri. Sekitar belasan orang juga mengalami luka-luka serius akibat ledakan bom bunuh diri tersebut.
"Apapun alasannya, (aksi bom bunuh diri) itu tidak bisa dibenarkan sedikit pun. Jelas sekali kami mengutuk aksi bom tersebut," tegas Direktur Utama Persija, I Gede Widiade, kepada CNNIndonesia.com, Kamis (25/5).
Gede mengatakan, aksi tersebut telah merusak rasa kemanusiaan dan merupakan tindakan biadab terhadap orang-orang tak bersalah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menilai aksi bom bunuh diri yang terjadi di Kampung Melayu tak bisa dibenarkan agama mana pun. Dugaan sementara dari Mabes Polri, pelaku bom bunuh diri tersebut merupakan bagian dari jaringan internasional ISIS.
"Rasulullah tak pernah mengajarkan kekerasan yang mengakibatkan korban tidak bersalah seperti ini. Beliau bahkan menganjurkan kepada umatnya untuk saling kasih sayang terhadap sesama manusia, termasuk kepada non-muslim!" ucap Gede.
Saat ditanya terkait aksi nyata Persija untuk membantu para korban bom bunuh diri di Kampung Melayu, Gede mengaku belum memikirkannya.
"Kami masih harus menjalani jadwal padat di kompetisi. Belum kami pikirkan ke arah itu dulu," kata Gede.
Yang jelas, Gede juga ikut berbela sungkawa terhadap para korban dari aksi bom bunuh diri tersebut.