"Kejadian ini mimpi buruk untuk persepakbolaan. Saya menyaksikan aksi anarkisme yang luar biasa malam ini," kata Cole usai pertandingan seperti dikutip dari Antara, Senin (5/6).
Mantan penyerang West Ham United dan Chelsea itu mengaku baru kali ini melihat kerusuhan penonton yang saling baku hantam di tribun timur stadion. Bahkan, ada sebagian suporter yang menerobos masuk ke lapangan untuk memprotes langsung wasit dan pemain Persib pada menit ke 83 pertandingan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, aksi kekerasan para penonton itu tidak selayaknya ditunjukan di muka umum hingga menganggu jalannya permainan. Cole menganggap insiden itu sebagai bentuk ketidakdewasaan penonton dalam menerima hasil pertandingan.
Lihat juga:Persib Terpuruk, Bobotoh Ramaikan #DjanurOut |
Keributan semakin menjadi saat Bharamania, suporter Bhayangkara FC, kesal dengan ulah provokator kerusuhan dengan menangkap para oknum di tribune timur.
Situasi tersebut pun memaksa wasit Yeni Krisdianto menghentikan sementara pertandingan selama lebih dari sepuluh menit. Pertandingan baru dilanjutkan setelah situasi berhasil ditenangkan para petugas berseragam polisi.
Akibat kejadian itu, tim berjuluk Maung Bandung itu terancam tiga sanksi sekaligus akibat ulah suporter yaitu menyalakan suar, pelemparan botol plastik ke dalam lapangan, serta suporter yang menerobos masuk ke dalam lapangan.