Rossi menggunakan helm yang bergambar dirinya mengenakan kostum Timnas Italia. Ada tulisan tentang penalti panenka yang disertai kalimat: "Un capitano, c'e solo un capitano!" atau artinya "Satu kapten. Hanya ada satu kapten!"
Gambaran itu merupakan bentuk penghormatan Rossi kepada Francesco Totti yang baru saja pensiun. Selain itu, Rossi juga mengukir angka 469 yang merupakan bentuk penghormatan bagi Nicky Hayden yang meninggal beberapa pekan sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami bekerja sebagai tim dan saya selalu mempertimbangkan Valentino Rossi sebagai bagian dari kami. Rossi selalu mendengarkan saran kami dengan penuh rasa penasaran dan ia selalu menambahkan ide-ide untuk mengembangkannya," tutur Drudi seperti dikutip dari Asphalt and Rubber.
"Kami menempatkan seluruh semangat kami dalam karya dan tugas kami adalah membuat desain unik yang bisa memberi dorongan semangat dari sisi psikologi."
"Hal ini seperti sebuah ritual. Sejak zaman dulu, seorang ksatria mengecat wajahnya sebelum bertarung untuk membuatnya terlihat agresif," ucap Drudi memberikan perumpamaan.
"Bersama Valentino Rossi, kami bekerja pada level yang berbeda. Kami selalu membuat sesuatu yang didasarkan pada emosi kuat yang mengikat Rossi dan juga bisa memancarkan gairahnya."
"Ketika kalian bekerja sama dengan seseorang yang sudah sembilan kali juara dunia, maka tim ini juga harus jadi tim yang layak untuk sang juara dunia tersebut," ujar Drudi.