Lepas dari Bayang Taufik, Mulyo Rajut Sukses di India

Putra Permata Tegar Idaman, CNN Indonesia | Minggu, 18/06/2017 20:25 WIB
Mantan pelatih Taufik Hidayat, Mulyo Handoyo, kini mencoba merajut kehebatannya di India dengan tangan dinginnya melatih para pebulutangkis negara itu. Mulyo Handoyo kini melatih tunggal putra India Kidambi Srikanth. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mulyo Handoyo sangat identik dengan Taufik Hidayat dalam kariernya sebagai pelatih. Kini, Mulyo tengah berusaha merajut kehebatan di India.

Nama-nama pebulutangkis India menghiasi drawing semifinal Indonesia Terbuka. Bukan hanya satu nama, tetapi ada dua nama di sana, yaitu Kidambi Srikanth dan Prannoy H.S.

Kidambi berhasil lolos ke babak final dengan mengalahkan unggulan kedua Son Wan Ho, 21-15, 14-21, 24-22, sedangkan Prannoy harus menghentikan langkahnya di tangan Kazumasa Sakai.


Munculnya dua nama pemain India di babak semifinal jelas merupakan sebuah sinyal kuat ancaman India di persaingan nomor tunggal putra. Sebelumnya di Singapura Super Series, final tunggal putra mempertemukan dua pebulutangkis India, Sai Praneeth melawan Kidambi.

Kidambi sendiri akhirnya mampu menuntaskan perjalannya dengan menjadi juara. Di babak final, Kidambi mampu mengalahkan pebulutangkis Jepang, Kazumasa Sakai, 21-11, 21-19

Mulyo sendiri menandatangani kontrak dengan India pada awal tahun ini dan kontraknya berlaku hingga 2020 mendatang.

Mantan pelatih Taufik Hidayat Mulyo Handoyo mencari kesuksesan di India. Ia sukses membawa Kidambi Srikanth juara Indonesia Terbuka 2017. (Mantan pelatih Taufik Hidayat Mulyo Handoyo mencari kesuksesan di India. Ia sukses membawa Kidambi Srikanth juara Indonesia Terbuka 2017. (CNN Indonesia/Putra Permata Tegar)


“Ada tawaran yang datang dari India dan beberapa negara lainnya. Namun akhirnya saya pilih India karena ada yang mengajak kesana.”

“Di India, saya bertugas menangani para pebulutangkis tunggal, baik putra maupun putri, baik senior-junior, yang semuanya berjumlah 27 orang,” tutur Mulyo dalam wawancara di sela pertandingan semifinal.

Sepanjang kariernya, Mulyo memang identik dengan Taufik Hidayat. Ia selalu bekerja sama dengan juara Olimpiade 2004 itu, baik di pelatnas maupun ketika Taufik memutuskan untuk hengkang dari pelatnas dan berkarier profesional.

“Taufik sekarang sudah pensiun jadi atlet dan mulai menekuni karier barunya di Kemenpora. Sementara saya masih seorang pelatih bulutangkis, karena itu saya harus melanjutkan karier saya.”

“Sama sekali tidak ada kendala dalam proses adaptasi di India. Soal makanan saya berusaha menikmatinya, namun memang untuk kondisi cuaca agak berat karena sangat panas,” ujar Mulyo.

Mendapatkan kontrak jangka panjang dari India, Mulyo dibebani banyak target untuk membawa bulutangkis India jadi salah satu kekuatan menakutkan di dunia.

“Ada beberapa target yang ditekankan dalam kontrak saya, pastinya bertahap dan ditekankan pada kejuaraan-kejuaraan seperti super series. Namun untuk beregu, seperti Piala Thomas atau Piala Sudirman, hal itu tentunya harus dipikirkan bersama karena bukan hanya bergantung pada nomor tunggal saja,” tutur Mulyo.

Melihat bibit-bibit pemain yang dimiliki India di nomor tunggal, plus jam terbang tinggi yang dimiliki Mulyo, maka India punya potensi besar untuk menjadi salah satu negara yang ditakuti dalam beberapa tahun ke depan.
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK