Dekati Korut, Dennis Rodman Diusulkan Tak Dihormati NBA Lagi

Dika Dania Kardi, CNN Indonesia | Kamis, 22/06/2017 03:49 WIB
Dekati Korut, Dennis Rodman Diusulkan Tak Dihormati NBA Lagi Dennis Rodman sudah berkunjung lima kali ke Korea Utara untuk menemui Kim Jong-un. (REUTERS/Jason Lee)
Jakarta, CNN Indonesia -- Diplomasi 'basket' ala Dennis Rodman ke Korea Utara (Korut) berbuah kritik dari warga Amerika Serikat (AS).

Seperti dilansir dari CNN pada 13 Juni lalu mantan pebasket Chicago Bulls itu kembali terbang ke Pyongyang, ibu kota Korut, guna bertemu pemimpin negara tersebut, Kim Jong-un.

Bagi Rodman, itu menjadi kunjungannya yang kelima kali ke Korut. Ia sudah berkunjung ke Korut sebanyak empat kali, tiga di antaranya terjadi pada tahun 2013 dan 2014.


Rodman terakhir kali berkunjung ke Korut pada Januari 2014 dengan memboyong sejumlah mantan pemain basket NBA dalam rangka ekshibisi basket di negara tersebut.

Sementara itu, di dalam negeri Amerika, Yayasan Peringatan Korban Komunisme (VOC), meluncurkan sebuah petisi untuk mendiskreditkan Rodman. Seperti dilansir dari USA Today, organisasi itu meluncurkan petisi untuk mendesak Rodman tak lagi dihormati dalam sejarah basket Amerika terkait kedekatannya dengan Korut.

Rodman pun didesak untuk dicabut dari Hall of Fame basket di Amerika.

"Pemerintah Korea memiliki rekam menghukum turis-turis Amerika tak bersalah dalam sekade terakhir untuk kerja paksa, bahkan menyiksa mereka hingga sekarat. Rakyatnya sendiri pun menerima perlakuan sama, atau lebih buruk, sehari-harinya," ujar Direktur Eksekutif VOC Marion Smith seperti dikutip dari USA Today.

"Mencabut Rodman dari Hall of Fame akan mengirim sebuah pesan bahwa semua warga Amerika bersatu melawan rezim [Korut] ini."

Smith pun menyorot kematian Otto Warmbier seorang mahasiswa asal Amerika yang dikurung selama 17 bulan terakhir. Dia dipenjara dan menjalani kerja paksa karena tindakannya melakukan vandalisme terhadap propanda Korut.

Warmbier tewas pada awal pekan ini setelah diketahui koma selama setahun akibat tindakan kekerasan yang dialaminya selama menjalani kerja paksa dan dikurung rezim Korut.

"Agak menarik, Dennis Rodman berada di Korea Utara pada saat yang sama ketika Otto Warmbier dilepas. Inilah yang rezim-rezim itu lakukan. Mereka menggunakan figur pop culture untuk menarik perhatian orang ketika mereka mendapatkan hal negatif di mata media massa," ujar Smith.

Dekati Korut, Dennis Rodman Diusulkan Tak Dihormati NBA LagiOtto Frederick Warmbier (tengah) seorang mahasiswa Universitas Virginia saat ditahan di Korea Utara. Foto diambil pada 16 Maret 2016. (REUTERS/Kyodo)

Pejabat di Gedung Putih menyatakan kedatangan Rodman bukan misi dari pemerintah AS dan tak ada pengaruh dengan dilepasnya Warmbier.

Dennis Rodman adalah seorang bintang basket NBA pada dekade 1980-1990an. Pria yang bermain sebagai forward itu mengawali karier pada 1986 silam bersama Detroit Pistons dan mengantarnya jadi juara NBA pada 1989-1990.

Namanya semakin mendunia ketika bermain untuk Chicago Bulls 1995-1998. Dia bersama Michael Jordan dan Scottie Pippen ikut mengantar Bulls juara NBA pada 1996-1998.