Indra Sjafri: Pesepakbola Harus Cerdas!
CNN Indonesia
Sabtu, 15 Jul 2017 12:32 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Timnas Indonesia U-19 Indra Sjafri menjadi satu di antara pelatih sepak bola di Tanah Air yang ikut mendorong pesepakbola profesional agar tak melupakan pendidikan akademis.
Bagi Indra, sepak bola bukan sekadar teknik dan kekuatan fisik. Pendidikan akademis juga memiliki porsi penting untuk menunjang karier.
Apalagi kemampuan taktik dan implementasi taktikal merupakan landasan kecerdasan sepak bola dari segi akademik.
"Pesepakbola harus cerdas, karena banyak situasi dalam pertandingan yang harus diambil keputusan yang tepat," kata Indra kepada CNNIndonesia.com.
Sebab itu juga, meski tetap berlatih, Indra menginisiasi pemainnya untuk mengikuti home schooling. Ini dilakukan untuk mengejar ketinggalan pelajaran.
"Dengan pernyataan saya itu, kalau dia (pemain) enggak cerdas, mereka pasti akan tersisih di Timnas U-19," tegasnya.
Ketum PSSI pun Perhatikan Pendidikan
Tidak hanya Indra, Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi juga berpendapat sama. Keseriusan Edy untuk tetap menjadikan pendidikan formal sebagai hal penting yang dimiliki seorang pesepakbola ditunjukkan ketika ia mengunjungi pemusatan latihan timnas U-16 di Stadion Atang Sutresna, Cijantung beberapa waktu lalu.
Edy berharap, meski berkarier di dunia sepak bola, pendidikan tidak boleh ditinggalkan.
Menurut laporan dari pelatih Timnas U-16 Fakhri Husaini, ada beberapa pemain yang naik dari kelas dua ke kelas tiga SMA. Ada pula pemain yang loncat dari jenjang pendidikan SMP ke SMA yang sampai saat ini belum mendapatkan sekolah seperti Rendy Juliansyah.
"Kamu maunya sekolah di mana? Bilang! Kalau ada yang tidak mau menerima, kamu bilang sama saya, tank saya banyak. Kalau perlu saya tutup (sekolahnya)," ujar Edy sambil berguyon, beberapa waktu lalu.
"Saya tidak mau dengar ada hambatan sekolah. Kalau pelajaran matematika tidak bisa, jangan dikejar. Kamu belajar saja bahasa Inggris sama mengaji," katanya untuk melecut motivasi belajar para pemain muda.
Bagi Indra, sepak bola bukan sekadar teknik dan kekuatan fisik. Pendidikan akademis juga memiliki porsi penting untuk menunjang karier.
Lihat juga:Istri Lionel Messi pun Ada yang 'KW' |
Apalagi kemampuan taktik dan implementasi taktikal merupakan landasan kecerdasan sepak bola dari segi akademik.
"Pesepakbola harus cerdas, karena banyak situasi dalam pertandingan yang harus diambil keputusan yang tepat," kata Indra kepada CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indra Sjafri menganggap penting pendidikan untuk pemain Timnas Indonesia U-19. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso) |
"Dengan pernyataan saya itu, kalau dia (pemain) enggak cerdas, mereka pasti akan tersisih di Timnas U-19," tegasnya.
Tidak hanya Indra, Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi juga berpendapat sama. Keseriusan Edy untuk tetap menjadikan pendidikan formal sebagai hal penting yang dimiliki seorang pesepakbola ditunjukkan ketika ia mengunjungi pemusatan latihan timnas U-16 di Stadion Atang Sutresna, Cijantung beberapa waktu lalu.
Ketum PSSI Edy Rahmayadi berharap seluruh pemain Timnas Indonesia U-16 mendapatkan sekolah. (Dok. PSSI) |
Menurut laporan dari pelatih Timnas U-16 Fakhri Husaini, ada beberapa pemain yang naik dari kelas dua ke kelas tiga SMA. Ada pula pemain yang loncat dari jenjang pendidikan SMP ke SMA yang sampai saat ini belum mendapatkan sekolah seperti Rendy Juliansyah.
"Kamu maunya sekolah di mana? Bilang! Kalau ada yang tidak mau menerima, kamu bilang sama saya, tank saya banyak. Kalau perlu saya tutup (sekolahnya)," ujar Edy sambil berguyon, beberapa waktu lalu.
"Saya tidak mau dengar ada hambatan sekolah. Kalau pelajaran matematika tidak bisa, jangan dikejar. Kamu belajar saja bahasa Inggris sama mengaji," katanya untuk melecut motivasi belajar para pemain muda.
Indra Sjafri menganggap penting pendidikan untuk pemain Timnas Indonesia U-19. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Ketum PSSI Edy Rahmayadi berharap seluruh pemain Timnas Indonesia U-16 mendapatkan sekolah. (Dok. PSSI)