Petrucci menunjukkan kecepatan impresif di awal balapan dan langsung memimpin setelah Jorge Lorenzo terjatuh di lap ketujuh. Setelah itu, Petrucci sukses memimpin balapan tanpa gangguan berarti dari rival-rival di belakangnya.
Meski tak ada serangan yang dilakukan padanya, Petrucci tahu bahwa Marquez tengah mengintai kesempatan untuk melakukan serangan. Pebalap asal Spanyol itu akhirnya menyerang di saat lap-lap terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sungguh perasaan campur-aduk dalam diri saya. Ini adalah perlombaan paling sulit bagi saya sepanjang musim ini. Saya benar-benar berusaha hingga tikungan terakhir.”
Meski gagal jadi juara di GP San Marino, posisi runner up yang didapat Petrucci membuat dirinya jadi salah satu pebalap kuda hitam musim ini. Bagi Petrucci, ini adalah podium ketiga musim ini setelah ia mampu meraih posisi ketiga di GP Italia dan posisi runner up di GP Belanda.
Seri MotoGP berikutnya berlangsung di GP Aragon, 24 September mendatang.