Garuda Nusantara pun tercatat sebagai tim yang paling banyak mencetak gol di antara semifinalis lainnya.
Indonesia yang berpredikat sebagai juara Grup B, akan bersua Thailand pada Jumat (15/9) pukul 15.30 WIB.
Yang menarik, Thailand merupakan tim yang berpedikat sebagai lawan paling sulit dibobol. Pertahanan terkokoh ini bisa dilihat dari catatan kebobolannya yang hanya dua gol.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Egy Maulan Vikri harus bekerja ekstra keras menjebol pertahanan Timnas Thailand U-19. (Dok.Humas PSSI) |
Gol Laos ke gawang Thailand tercipta melalui umpan bola mati yang disambut tendangan Photthasit Phommachai yang bersarang ke gawang Kanthaphat Manpati pada menit ke-90.
Sementara satu gol lagi yang dicetak Malaysia ke gawang Thailand tercipta melalui proses permainan open play. Gol tersebut dicetak Nik Akif Syahiran pada menit ke-50
Samuel C. Simanjuntak, andalan Timnas Indonesia U-19 di sektor kiri pertahanan. (Dok. PSSI) |
Thailand terbilang cukup solid dalam menjaga area pertahanannya dengan permainan sabar merespons permainan lawannya. Mereka juga tampil dengan permainan yang terorganisasi sangat apik.
Soal produktivitas gol, skuat Gajah Perang justru berkebalikan dari tim arahan Indra Sjafri.
Mereka hanya bisa mencetak 9 gol dan tercatat sebagai semifinalis paling minim mencetak gol ke gawang lawan. Kemenangan terbesar di Grup A saat mereka menaklukkan Timor Leste 3-0. (bac)
Egy Maulan Vikri harus bekerja ekstra keras menjebol pertahanan Timnas Thailand U-19. (Dok.Humas PSSI)
Samuel C. Simanjuntak, andalan Timnas Indonesia U-19 di sektor kiri pertahanan. (Dok. PSSI)