PASI Rayu Harry Marra dengan Mangga

Titi Fajriyah, CNN Indonesia | Jumat, 13/10/2017 23:55 WIB
PASI Rayu Harry Marra dengan Mangga Kehadiran Harry Marra diharapkan bisa membuat tim atletik Indonesia menyusun program dengan baik. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Harry Marra bukan wajah asing di dunia atletik internasional. Dia adalah mantan tim pelatih nasional atletik Amerika Serikat. PASI pun membongkar rahasia keberhasilan mereka merayu Marra untuk datang ke Indonesia.

Iran, Aljazair, Italia sudah mencoba melobi Marra untuk datang melatih mereka. Jepang bahkan disebut berani memberikan gaji US$ 5 ribu per pekan untuk menyukseskan prestasi Negeri Sakura di Olimpiade 2020 saat menjadi tuan rumah.


Namun Marra ternyata mau datang ke Indonesia yang notabene bukan negara yang cukup punya prestasi gemilang di bidang atletik.


"Saya tidak bayar dia (Harry Marra) dengan uang. Saya sogok dia dengan buah mangga. Dia sangat senang mangga. Walaupun tiket pesawat dan akomodasi dia selama di sini kami yang tanggung," kata Bob Hasan, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) sambil mengeluarkan buah mangga di hadapan Marra saat jumpa wartawan, Jumat (13/10).

Ekspresi Marra pun tampak begitu senang ketika Bob Hasan mengeluarkan mangga yang khusus dibawanya untuk Marra.

"Ini buat saya? Fantastik, terima kasih," ucap Marra senang.

Keberadaan Marra di Indonesia hanya sepekan. Tugasnya, memberikan pelatihan kepada 15 pelatih atletik di Indonesia dalam menyusun program kepelatihan selama setahun khususnya untuk menghadapi Asian Games 2018.

Marra mengatakan, selama ini banyak kesalahan yang dilakukan pelatih dalam memberikan program latihan kepada para atlet. Padahal ada beberapa atlet atletik nasional yang disebut Marra punya potensi besar untuk berprestasi di level yang lebih tinggi.

Sebut saja, Maria Londa, Suwandi, Rizki Firdawan dan Emilia Nova. Bahkan, Marra menyebut Emilia punya kekuatan yang jauh lebih baik dari salah satu atlet atletik Amerika Serikat.

"Tapi dia (Emilia Nova) terlalu kaku dan tidak seimbang. Itu lantaran dia salah dalam pemanasan dan pelatihannya. Sehingga dia jadi tidak gesit. Padahal saya akui dia sangat kuat," kata Marra.

"Di sini saya coba membantu pelatih untuk membuat program dan berharap program itu bisa mencapai peak performanya di Asian Games 2018. Banyak yang harus diperbaiki terutama untuk mengurangi dampak cedera," ujarnya.


Marra mengingatkan pentingnya penyusunan program latihan karena hal itu adalah awal penentu kesuksesan atlet.

"Semuanya berjenjang. Kalau program latihannya bagus, persiapan bagus, hasilnya pasti bakal mengikuti," ujarnya.

Pelatihan Marra dimulai, Kamis (12/10) sampai Selasa (17/10) di markas PB PASI di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.


BACA JUGA