Kemenpora Beri Penghargaan Buat 42 Pemuda Inspirasi

Titi Fajriyah, CNN Indonesia | Jumat, 27/10/2017 18:04 WIB
Kemenpora Beri Penghargaan Buat 42 Pemuda Inspirasi Kemenpora memberikan penghargaan kepada 42 pemuda inspiratif di hari Sumpah Pemuda. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyerahkan penghargaan kepada para pemuda-pemudi yang telah menginsipirasi melalui karyanya buat negeri. Ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Sumpah Pemuda ke-89 tahun ini.

Sebanyak 42 penghargaan diberikan kepada pemuda-pemudi berprestasi dari seluruh Indonesia. Menpora Imam Nahrawi juga melakukan teleconference dengan para pemuda di sembilan titik di seluruh Indonesia.

"Saya kira ini sebuah penghargaan dari pemerintah kepada pemuda yang berdedikasi tinggi yang punya loyalitas untuk mencurahkan daya pikir kreativitas."


"Dengan segala kelebihan dan kelurangan, mereka masih terus berbuat yang terbaik untuk negeri ini dan menjadi contoh kita semua dan di situlah hakekat sumpah pemuda. Kita berbeda tapi dipersatukan dengan tekad demi bangsa negara yang kita cintai Indonesia," kata Imam di Kantor Kemenpora, Jumat (27/10).
Kemenpora Serahkan Penghargaan Buat 42 Pemuda InspirasiSurya Sahetapi, penyandang tuna rungu dan wicara dalam perayaan Hari Sumpah Pemuda ke-89 di Kantor Kemenpora, Jumat (27/10). (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Kali ini, Kemenpora juga memberikan perhatian yang tidak kalah pentingnya kepada para pemuda penyandang difabilitas. Salah satunya Stephany Handojo, seorang penyandang down syndrome berprestasi tingkat dunia di bidang olahraga.

Stephany meraih medali emas cabang olahraga renang di ajang Special Olympics World Summer Games tahun 2011. Ia juga pernah meraih medali emas cabang renang di ajang Special Olympics Asia-Pacific 2013 di Australia.

Pada tahun 2012 Stephany menjadi wakil Indonesia sebagai pembawa obor tunagrahita pertama di Olimpiade London.

Surya Sahetapi, aktivis kaum difabel penyandang tunarungu dan wicara yang juga anak dari pasangan Dewi Yull dan Rey Sahetapi itu menyampaikan kepada Menpora, dirinya ingin agar Indonesia bisa memiliki fasilitas yang ramah untuk penyandang difabel supaya negara-negara lain iri dengan Indonesia.
Pembagian bonus Asian Games dan Asian Paragames 2017. (Pembagian bonus Asian Games dan Asian Paragames 2017. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
“Pemerintah harus lebih mendorong program difabel supaya orang tua mendukung dan teman-teman difabel lebih percaya diri. Misanya, pengembangan olahraga yang harus rutin supya lebih baik lagi,” kata Surya.

Menpora Imam menjawab, di era Presiden Joko Widodo semua diperhatikan secara setara. Itu terlihat misalnya dari penyetaraan bonus bagi para atlet difabel dengan atlet biasa.

“Ke depannya kami akan lakukan komunikasi lebih lanjut dengan teman-teman difabel,” ungkap Imam.

“Ini sebagai bagian dari implementasi peraturan presiden di mana pemerintah daerah diharuskan memberikan ruang luas bagi partisipasi anak muda untuk mengisi pembangunan sehingga industri kreatif muncul,” pungkasnya.