Rahasia Kemenangan Owi/Butet di Perancis Terbuka

Jun Mahares, CNN Indonesia | Minggu, 29/10/2017 23:48 WIB
Rahasia Kemenangan Owi/Butet di Perancis Terbuka Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir bermain lebih tenang melawan wakil China, Zheng Siwei/Chen Qingchen di final Perancis Terbuka 2017. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pasangan ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menyabet gelar Perancis Terbuka 2017 usai menundukkan wakil China, Zheng Siwei/Chen Qingchen, Minggu (29/10).

Tontowi/Liliyana berhasil mengalahkan unggulan pertama tersebut dua gim langsung, 22-20 21-15, pada laga final di Stade Pierre de Coubertin.

Selepas pertandingan baik Tontowi maupun Liliyana mengungkapkan kunci kemenangannya atas Zheng/Chenn.


“Kunci kemenangan kami adalah bermain tenang, dengan bermain tenang, kami bisa menikmati permainan dan merasa rileks. Kami tidak mau memikirkan menang atau kalah, coba yang terbaik saja dulu,” kata Tontowi lewat rilis resmi PBSI.

Tontowi Ahmad tidak memikirkan menang atau kalah sebelum pertandingan final Perancis Terbuka 2017.Tontowi Ahmad tidak memikirkan menang atau kalah sebelum pertandingan final Perancis Terbuka 2017. (CNN Indonesia/Tri Wahyuni)
Owi, sapaan akrab Tontowi Ahmad, mengaku sudah mengenal karakter Zheng/Chen usai menang di Kejuaraan Dunia 2017. Wakil China tersebut berambisi untuk membalas kekalahan, namun dibalas dengan permainan tenang dan fokus.

“Kami mengalahkan Zheng/Chen di kejuaraan dunia 2017, jadi kami tahu mereka mau balas, jadi kami tetap fokus terus. Zheng/Chen adalah pasangan yang bagus, kami tidak mau memberi kesempatan kepada mereka,” sambung Owi.

Sementara Butet, sapaan karib Liliyana, menilai kemenangan atas Zheng/Chen menjadi modal positif untuk meraih kemenangan penting di ajang lainnya.
 
Ini menjadi gelar ketiga Liliyana Natshir di Perancis Terbuka. Dua gelar lainnya diraih pada 2009 dan 2014.Ini menjadi gelar ketiga Liliyana Natshir di Perancis Terbuka. Dua gelar lainnya diraih pada 2009 dan 2014. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
“Kami sudah sering bertemu Zheng/Chen dan dalam dua pertemuan terakhir kami bisa menang. Ini menjadi modal buat kami, membuat kami percaya diri. Gelar-gelar penting sudah kami dapatkan, seharusnya kami tampil rileks di turnamen level super series,” ujar Butet.

“Saya dan Tontowi sudah lama sekali berpasangan dan pengalaman kami cukup banyak. Yang penting komunikasi dijaga terus dan tenang,” sambungnya.

Butet sendiri sudah mengoleksi tiga gelar di Perancis Terbuka, baik ketika berpasangan dengan Nova Widianto pada 2009, maupun bersama Owi pada 2014.

“Saya suka bertanding di Paris, suporternya luar biasa antusias. Kotanya juga indah, jadi saya merasa senang berada di sini, suka sama situasinya,” ujar Butet. (jun)