Semen Padang dan Perseru Serui Berebut Hindari Degradasi
Nova Arifianto | CNN Indonesia
Kamis, 09 Nov 2017 16:33 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Semen Padang FC sempat digadang-gadang menjadi salah satu klub penghuni papan atas ketika Liga 1 akan bergulir. Keberhasilan menembus semifinal Piala Presiden menjadi modal berharga.
Tiga laga awal tak terkalahkan, namun memasuki pekan keempat Hengki Ardiles dan kawan-kawan mulai limbung. Kepayahan mencari kemenangan Semen Padang kemudian perlahan terperosok ke papan bawah.
Nil Maizar yang cukup akrab dengan kursi pelatih di Semen Padang bahkan harus berpisah pada 4 Oktober setelah kekalahan 0-4 dari PSM Makassar.
Setelah Nil Maizar lengser, runner-up Piala Jenderal Sudirman itu sempat ditangani Delfi Adri dan kini berada di bawah arahan Syafrianto Rusli. Kondisi tidak membaik, klub yang berdiri sejak era Galatama itu berada di peringkat ke-16 atau berada di zona degradasi.
Dari 33 kali berlaga, Semen Padang hanya meraih 32 poin dari delapan kemenangan dan delapan hasil imbang sedangkan 17 laga lain berakhir dengan kekalahan.
Semen Padang tertinggal dua angka dari Perseru Serui yang menempati peringkat ke-15.
Pekan terakhir menjadi penentu nasib Semen Padang. Agar bertahan di Liga 1, klub yang bermarkas di Stadion Haji Agus Salim itu harus meraih kemenangan ketika menjamu PS TNI, Minggu (12/11).
Tidak hanya meraih tiga poin, Semen Padang juga masih harus berharap Perseru kalah saat bertandang ke markas Persib Bandung.
Grafik penampilan Tim Cenderawasih Jingga berbanding terbalik dengan Semen Padang. Sejak awal musim, klub yang promosi ke level tertinggi sepak bola nasional pada 2013 itu tak ubahnya seperti pelanggan papan bawah.
Memasuki bulan Juni, manajemen memilih mengganti Yusak Susanto dengan Agus Yuwono. Tidak ada perubahan instan, Lukas Mandowen dan kolega masih menjadi teman Gresik United dan Persiba Balikpapan di zona merah.
Memasuki sepertiga akhir musim, Perseru justru mampu meraih poin-poin penting yang membuat mereka perlahan merangkak menjauhi zona degradasi dan kini membuka peluang bertahan di Liga 1.
(bac)
Tiga laga awal tak terkalahkan, namun memasuki pekan keempat Hengki Ardiles dan kawan-kawan mulai limbung. Kepayahan mencari kemenangan Semen Padang kemudian perlahan terperosok ke papan bawah.
Lihat juga:Bhayangkara FC, Juara yang Dihujat |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semen Padang tidak mampu tampil konsisten di sepanjang musim 2017. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra) |
Semen Padang tertinggal dua angka dari Perseru Serui yang menempati peringkat ke-15.
Nil Maizar diputus kontrak oleh Semen Padang pada Oktober 2017. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra) |
Grafik penampilan Tim Cenderawasih Jingga berbanding terbalik dengan Semen Padang. Sejak awal musim, klub yang promosi ke level tertinggi sepak bola nasional pada 2013 itu tak ubahnya seperti pelanggan papan bawah.
Perseru Serui perlahan bangkit di sepertiga akhir musim Liga 1 2017. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana) |
Memasuki sepertiga akhir musim, Perseru justru mampu meraih poin-poin penting yang membuat mereka perlahan merangkak menjauhi zona degradasi dan kini membuka peluang bertahan di Liga 1.
Semen Padang tidak mampu tampil konsisten di sepanjang musim 2017. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
Nil Maizar diputus kontrak oleh Semen Padang pada Oktober 2017. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
Perseru Serui perlahan bangkit di sepertiga akhir musim Liga 1 2017. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)