Tontowi/Liliyana memulai permainan dalam tempo sedang, seperti tengah membaca permainan lawan. Dalam kondisi itu, permainan kedua pasangan tersebut relatif seimbang. Skor awal laga sempat 3-3.
Lihat juga:Guardiola Samakan Silva dengan Binatang |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, permainan ketat itu mampu ditutup Owi/Butet dengan keunggulan 11-9 saat interval.
Owi/Butet memenangi laga kedua lebih cepat dibandingkan dengan pertandingan pertama melawan pasangan Inggris. (Dok. Humas PBSI) |
Juara Dunia 2013 dan 2017 itu hanya diberikan keunggulan satu poin hingga skor menjadi 8-7. Bahkan, ketika unggulan 10-7, Tan/Lai mampu membalikkan keunggulan menjadi 11-10.
Owi sempat protes kepada wasit dengan servis Tan Kian Meng. Smash-smash tajam Tan Kian Meng juga merepotkan Owi/Butet jelang berakhirnya gim kedua. Reli panjang pun terjadi.
Pada pertandingan terakhir nanti, Owi/Butet akan menghadapi ganda campuran China. (AFP PHOTO / Thomas Samson) |
Dengan menjaga ritme pertandingan yang baik, peraih medali emas Olimpiade 2016 itu menuntaskan gim kedua dengan kemenangan 21-19. Sekaligus menggagalkan ambisi Tan/Lai rubber game.
Pada pertandingan terakhirnya nanti di fase grup, Owi/Butet akan menghadapi pasangan China, Wang Yilu/Huang Dongping sebagai unggulan keempat, Jumat (15/12).
Hanya saja pertandingan tersebut nantinya akan menentukan siapa yang berhak menjadi juara Grup B. (jun)
Owi/Butet memenangi laga kedua lebih cepat dibandingkan dengan pertandingan pertama melawan pasangan Inggris. (Dok. Humas PBSI)
Pada pertandingan terakhir nanti, Owi/Butet akan menghadapi ganda campuran China. (AFP PHOTO / Thomas Samson)