Secara terbuka kepada CNNIndonesia.com, Munawardi bahkan mengakui ketenaran Martunis selama ini karena nama besar penyerang Real Madrid, Cristiano Ronaldo. Ia juga menerangkan kehidupan Martunis tak lantas bergelimang uang meski sebagai anak angkat Ronaldo.
"Setelah dia kenal Ronaldo, sejak Ronaldo datang ke sini [Banda Aceh], memang makin banyak wartawan yang datang ke sini untuk menulis, meliput, dan mendengar cerita tentang dia."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria asal Banda Aceh itu pun mengungkapkan, kehidupan Martunis secara ekonomi sangat jauh dari kemewahan, bahkan sangat sederhana.
Martunis pernah dikunjungi Cristiano Ronaldo di Banda Aceh pada 2005. (AFP PHOTO / SONNY TUMBELAKA) |
Martunis pernah mencoba latihan bersama Sporting Lisbon pada pertengahan 2015 hingga 2016. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Untuk pencairan pendanaan kepada Martunis, Munawardi mengaku membantu memfasilitasinya ke federasi sepak bola Portugal.
"Kebetulan, saat itu semuanya saya yang memfasilitasi dan membuat korespondensi dengan pihak Kedutaan Portugal. Saya berkomunikasi untuk pencairan, kemudian membuat bukti bahwa tanah sudah dibeli, sudah sertifikasi, dan segala macam. Dokumen-dokumen itu saya yang proses dan kirim ke sana, setelah itu selesai."
Martunis saat ini masih menjalani pemulihan secara pribadi di Banda Aceh setelah mengalami cedera lutut kanan pada akhir 2016. Meski cedera, ia tak mau berputus asa mewujudkan mimpi menjadi pesepakbola profesional. (bac/nva)
Martunis pernah dikunjungi Cristiano Ronaldo di Banda Aceh pada 2005. (AFP PHOTO / SONNY TUMBELAKA)
Martunis pernah mencoba latihan bersama Sporting Lisbon pada pertengahan 2015 hingga 2016. (CNN Indonesia/Safir Makki)