Kongres PSSI Tak Singgung Status Edy Rahmayadi sebagai Cagub

Titi Fajriyah, CNN Indonesia | Minggu, 14/01/2018 05:19 WIB
Kongres PSSI Tak Singgung Status Edy Rahmayadi sebagai Cagub Edy Rahmayadi menegaskan tidak akan mundur dari PSSI seandainya kelak menjadi Gubernur Sumatera Utara. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pencalonan Ketua Umum PSSI menjadi Gubernur Sumatera Utara tidak berpengaruh pada Kongres PSSI 2018 yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang, Sabtu (13/1).

Sepanjang berjalannya kongres justru tidak ada satu pun voters maupun Komite Eksekutif (Exco) yang menyinggung soal pencalonan sang Ketua Umum. Meskipun, ada beberapa voters yang beberapa kali sempat berteriak ‘Hidup Sumut’ atau ‘Gubernur’ selama kongres berlangsung.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com dari lokasi kongres, Kongres Luar Biasa (KLB) yang memiliki agenda mengamandemen lima statuta PSSI berjalan singkat. Tidak ada satupun voters yang keberatan dan melakukan interupsi saat KLB berlangsung.


Begitu juga saat Kongres Biasa digelar sesaat setelah KLB selesai. Dari semua rentetan agenda yang dijadwalkan hanya ada beberapa pertanyaan yang muncul dari voters.
Anggota dan pemilik suara PSSI di Kongres 2018 tidak mempermasalahkan Edy Rahmayadi yang maju sebagai calon gubernur.Anggota dan pemilik suara PSSI di Kongres 2018 tidak mempermasalahkan Edy Rahmayadi yang maju sebagai calon gubernur. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Pertanyaan yang muncul menjurus kepada teknis gelaran kompetisi Liga 1 dan penambahan anggota dari Asosiasi Provinsi (Asprov) Nusa Tenggara Timur (NTT). Tidak ada yang menyinggung soal pencalonan Edy menjadi Cagub Sumut di Pilkada 2018.

“Kongres berjalan bagus, kondusif, mereka (voters) happy, konsepnya jelas. Enggak, enggak ada yang tertekan. Lebih tertata kali ya jadi mereka senang,” kata Pieter Tanuri ketika ditanya soal minimnya dinamika yang terjadi di Kongres PSSI 2018.

Sebelumnya, Edy sempat menyinggung bahwa PSSI tidak ada kaitannya dengan pencalonan dirinya menjadi Cagub Sumut.

“Saya di sini bukan kampanye. Walaupun saya jadi kontestan Pilkada, saya tinggalkan dulu itu sejenak buat PSSI. Selama kampanye, saya tidak pakai PSSI, karena memang tidak boleh,” kata Edy dihadapan voters.

“PSSI ini jangan dicampurkan politik,” imbuhnya menegaskan.

Beberapa waktu lalu, Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono juga pernah menegaskan Edy Rahmayadi diizinkan merangkap jabatan jika resmi mencalonkan atau bahkan terpilih sebagai Gubernur Sumatera Utara.

Menurut Joko Driyono, tidak ada aturan yang mengharuskan Edy mundur dari jabatan Ketum PSSI lantaran aktivitas di kancah politik tidak bertentangan dengan statuta PSSI. (nva)