Analisis

Timnas Indonesia 'Kehabisan Bensin' di Babak Kedua

Putra Permata Tegar Idaman, CNN Indonesia | Senin, 15/01/2018 10:00 WIB
Timnas Indonesia 'Kehabisan Bensin' di Babak Kedua Timnas Indonesia bisa mengimbangi Islandia di babak pertama namun kalah telak di babak kedua. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Timnas Indonesia tampil bagus dan sukses mengimbangi Islandia di babak pertama. Namun kemudian skuat Garuda kehabisan tenaga dan kalah telak di babak kedua.

Meski lebih sering tertekan di awal babak pertama, Timnas Indonesia justru lebih dulu mencuri gol lewat Ilham Udin Armaiyn di menit ke-29. Setelah gol Ilham Udin, Timnas Indonesia punya momentum untuk menguasai pertandingan dan mencetak gol kedua.

Sayangnya, saat Timnas Indonesia di atas angin, mereka kecolongan oleh gol Albert Gudmundsson di akhir babak pertama.


Setelah bermain imbang 1-1, Timnas Indonesia mulai kehilangan keseimbangan di babak kedua. Islandia mampu kembali menguasai lini tengah dan sukses mengancam pertahanan Timnas Indonesia sejak peluit babak kedua dibunyikan.

Duet Muhammad Hargianto-Bayu Pradana tak lagi sanggup menopang lini tengah Timnas Indonesia. Lini pertahanan yang digalang Hansamu Yama dan kawan-kawan juga tak sedisplin babak pertama.

Hasilnya, dalam 20 menit babak kedua, Islandia sukses menambah dua gol dan unggul 3-1 atas Timnas Indonesia. Dua gol ini tak lepas dari kelengahan lini belakang Indonesia menghadapi tekanan Islandia.
Puluhan ribu suporter antusias menyaksikan perjuangan Timnas Indonesia.Puluhan ribu suporter antusias menyaksikan perjuangan Timnas Indonesia. (Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Di sisa waktu yang ada, Luis Milla lebih fokus untuk mengganti pemain-pemain di lini depan. Milla sepertinya ingin melihat Timnas Indonesia bisa membongkar pertahanan Islandia.

Namun lantaran Evan Dimas dan Hanif Sjahbandi yang baru masuk tak bisa memegang ritme bola di lini tengah, maka Timnas Indonesia tetap kesulitan memberikan tekanan-tekanan berbahaya ke pertahanan Islandia.

Islandia bahkan kembali menunjukkan habisnya tenaga lini belakang Timnas Indonesia saat Albert Gudmundsson melakukan solo run dari tengah lapangan untuk mencetak gol keempat Islandia di laga itu.

Masuknya Boaz Solossa, Andik Vermansah, hingga Egy Maulana Vikri di akhir laga cukup memberikan tekanan bagi pertahanan Islandia, tetapi kerja sama yang kurang rapi lantaran persiapan singkat terlihat di momen-momen tersebut.

Timnas Indonesia hanya memiliki waktu persiapan singkat karena baru melakukan latihan perdana pada hari Jumat (12/1).Timnas Indonesia hanya memiliki waktu persiapan singkat karena baru melakukan latihan perdana pada hari Jumat (12/1). (Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Banyak skema serangan yang sejatinya bisa membahayakan gawang Islandia berujung sia-sia karena umpan-umpan terakhir ke kotak penalti tidak tepat sasaran.

Secara keseluruhan, Timnas Indonesia hanya bermain baik di 45 menit pertama pada laga ini. Masa libur kompetisi dan waktu persiapan yang singkat membuat para pemain tidak berada dalam kondisi 100 persen ideal untuk bermain konsisten sepanjang laga.

Meski kalah, Luis Milla bakal mendapatkan banyak catatan penting dari laga ini. Hal itu akan berguna bagi Luis Milla saat dirinya menyusun kekuatan Timnas Indonesia untuk bertarung di ajang test event Asian Games pada bulan Februari mendatang. (bac)