Persib Kerja Keras Jelang Laga 'Hidup-Mati' Lawan PSM

Nova Arifianto, CNN Indonesia | Rabu, 24/01/2018 09:54 WIB
Persib Kerja Keras Jelang Laga 'Hidup-Mati' Lawan PSM Persib Bandung mengalami kekalahan ketika menghadapi PSMS Medan di laga kedua Piala Presiden 2018. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kekalahan 0-2 dari PSMS Medan, Minggu (21/1), mengancam kiprah Persib Bandung di Piala Presiden 2018. Kehilangan poin pada laga kedua tersebut membuat juara Liga Super Indonesia 2014 harus meraih kemenangan dengan skor besar atas PSM Makassar pada laga terakhir di Grup A, Jumat (26/1), untuk mengupayakan tempat di babak perempat final.

Persib kini berada di urutan ketiga Grup A, di bawah PSMS yang menjadi pemimpin klasemen dengan mengantongi enam poin. Di peringkat kedua terdapat Sriwijaya yang memiliki tiga poin, sama dengan Persib, namun unggul selisih gol.

Hanya juara grup dan tiga runner-up terbaik yang berhak melaju ke babak perempat final Piala Presiden 2018.


Untuk meraih kemenangan atas PSM sekaligus memastikan langkah ke fase gugur, para pemain Persib menjalani latihan penyelesaian akhir.
Persib meraih satu kemenangan dari dua laga Grup A Piala Presiden 2018.Persib meraih satu kemenangan dari dua laga Grup A Piala Presiden 2018. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Dilansir situs resmi klub, Atep dan kawan-kawan menciptakan 20 peluang mencetak gol ketika berhadapan dengan PSMS namun hanya delapan tembakan mengarah ke gawang tanpa satupun bersarang di gawang Abdul Rohim.

"Ya, di latihan tadi kita asah di penyelesaian akhir. Pelatih Gomez juga tadi set pemain dengan menekankan di penguasaan bola," kata asisten pelatih Persib Herrie Setyawan seusai latihan Selasa (23/1).

"Dari materi itu, bola harus bisa diselesaikan oleh pemain hanya dengan beberapa sentuhan saja untuk bisa menjadi gol. Kita juga buat pemain satu lawan satu dengan penjaga gawang," sambungnya.

Dalam pertandingan kontra Tim Juku Eja, Persib kemungkinan memainkan dua pemain yang absen karena mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia, Henhen Herdiana dan Febri Hariyadi. (har)