Ada Pertimbangan Negara dalam Penetapan Kandang Persija

Titi Fajriyah, CNN Indonesia | Jumat, 09/03/2018 11:33 WIB
Ada Pertimbangan Negara dalam Penetapan Kandang Persija Persija berharap bisa menggunakan salah satu dari tiga stadion yang akan digunakan sebagai venue Asian Games 2018. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Utama Persija Jakarta Gede Widiade mengatakan pemerintah punya kewajiban dan kepedulian untuk menyediakan kandang untuk Macan Kemayoran di kompetisi Liga 1 2018. Kepedulian itu disebut Gede bukan lantaran Persija juara di Piala Presiden, tapi memang sudah kewajiban pemerintah untuk menyediakan fasilitas olahraga di tiap daerah, termasuk di Jakarta.

Stadion kandang menjadi permasalahan utama Persija musim ini. Manajemen kesulitan untuk menentukan kandang setelah beberapa stadion yang kerap digunakan Persija seperti Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dan Stadion Patriot akan difungsikan sebagai venue Asian Games 2018.

"Karena, yang biasa dipakai tidak bisa digunakan, sebab ada kepentingan besar. Saya minta diizinkan untuk bisa pakai salah satu dari tiga lapangan, SUGBK, Patriot, dan Pakansari. Alternatif terakhir, terpaksa Solo [Manahan] jadi homebase," kata Gede di Jakarta, Kamis (8/3).


Kendati demikian, Gede menyebut pemerintah tidak abai dalam melihat kondisi timnya yang tidak memiliki kandang. Ada kemungkinan Persija masih bisa menggunakan salah satu dari tiga pilihan stadion di atas.
Persija kesulitan memiliki kandang untuk kompetisi musim 2018.Persija kesulitan memiliki kandang untuk kompetisi musim 2018. (Dok. Persija Jakarta)
Jika diizinkan menggunakan venue Asian Games 2018, Persija hanya bisa memakainya sampai dua atau tiga pekan sebelum Asian Games dimulai, 8 Agustus.

"Berarti sebelum Juli akhir (masih bisa digunakan). Mulai kick-off 23 Maret, April, Mei, Juni tidak ada alasan untuk tidak diizinkan. Kalau pemerintah sesuai dengan diskusi bersama Pak Menteri (Menpora Imam Nahrawi), bahwa pemerintah peduli perkembangan," ucap Gede.

"Karena Persija juga support banyak, pajak, bayar pendapatan bukan pajak ke GBK, kita juga sumbang tenaga ke timnas. Makanya ada pertimbangan negara. Pemerintah akan perhatikan kita untuk beri proporsi sewajarnya," Gede menambahkan. (sry)