Beli Persija, Joko Klaim Selamatkan Tim dari Kebangkrutan

Titi Fajriyah, CNN Indonesia | Kamis, 08/03/2018 21:27 WIB
Beli Persija, Joko Klaim Selamatkan Tim dari Kebangkrutan Joko Driyono menyebut kepemilikan saham di Persija Jakarta sebagai upaya membantu transformasi klub tersebut. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono mengakui dirinya memiliki 95 persen saham di PT Jakarta Indonesia Hebat (JIH) sebagai perusahaan pemegang saham mayoritas di PT Persija Jaya Jakarta. Langkah itu diklaim Joko itu menolong Persija keluar dari masalah.

Joko mengungkapkan ada alasan kuat di balik keputusannya membeli saham mayoritas di klub kebanggaan Jakarta tersebut.

"Menjelang kompetisi musim 2017, saya amati Persija dalam kapasitas (sebagai pengurus) PSSI. Kita ingin Persija keluar dari kesulitan yang dialami 3-5 tahun belakangan dan bertransformasi menjadi klub profesional yang diharapkan," kata Joko kepada wartawan, Kamis (8/3).


Di JIH, Jokdri memiliki peran terkait restrukturisasi kepemilikan Persija dari tunggal menjadi kolektif. Joko menyebut butuh waktu sekitar 2-5 tahun berjalan untuk memastikan kepemilikan Persija tidak dipusatkan ke satu orang saja.

Joko menilai kepemilikan tunggal pada sebuah klub bisa berpotensi merugikan klub dan tokoh-tokoh yang ada di dalamnya. Sebab, klub akan memiliki rasa ketergantungan pada orang yang mengelola aspek finansial dan memastikan stabilitas keuangan serta operasional.

"Sebelumnya juga ada opsi (Persija) dijual ke seseorang, ke Pemda (Pemerintah Daerah), Jakpro. Saya secara pribadi, dalam kapasitas liga PSSI."

Joko Driyono punya saham mayoritas di Persija lewat PT Jakarta Indonesia Hebat.Joko Driyono punya saham mayoritas di Persija lewat PT Jakarta Indonesia Hebat. (Foto: CNN Indonesia/Aulia Bintang Pratama)
"Ini bukan yang pertama. Sebelumnya kami juga pernah melakukan hal yang sama (membeli saham) Persis Solo dan Persiba Balikpapan yang dalam posisi kesulitan (untuk kemudian bisa keluar dari kesulitan). Arema juga dari Bentoel ke Yayasan," beber Jokdri.

Joko tak mau ambil pusing soal spekulasi dan dugaan bahwa dirinya dianggap ingin memiliki Persija. Joko mengklaim dirinya hanya ingin mengantarkan Persija kepada kepemilikan kolektif.

Sebab itu juga dalam proses restrukturisasi, Gede Widiade disetujui stakeholder sebagai Direktur Utama untuk menjalankan roda perusahaan dengan misi untuk bangkit. Joko juga menegaskan kinerja Gede tidak akan diganggu dengan utang masa lalu Persija.

"Tidak boleh klub profesional beralih pindah tangan karena saldo kosong, tidak punya homebase, tidak punya stadion dan dinilai murah. PSSI punya kepentingan proteksi itu," ucapnya.

Pria yang akrab disapa Jokdri mencontohkan kejadian yang dialami Brisbane Roar ketika bangkrut. FA disebut masuk untuk menjembatani supaya transformasi terjadi.

"Kami melakukannya secara legal makanya harus dijamin. Legal ditata dulu, tapi ini komitmen bersama 2-5 tahun ketika homebase stadion sudah punya, kembali lagi di Jakarta dengan suporter besar. Persija akan jadi klub yang tidak biasa," ujarnya. (ptr/nva)