Joko mengungkapkan ada alasan kuat di balik keputusannya membeli saham mayoritas di klub kebanggaan Jakarta tersebut.
Lihat juga:Prediksi AC Milan vs Arsenal |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Joko menilai kepemilikan tunggal pada sebuah klub bisa berpotensi merugikan klub dan tokoh-tokoh yang ada di dalamnya. Sebab, klub akan memiliki rasa ketergantungan pada orang yang mengelola aspek finansial dan memastikan stabilitas keuangan serta operasional.
Joko Driyono punya saham mayoritas di Persija lewat PT Jakarta Indonesia Hebat. (Foto: CNN Indonesia/Aulia Bintang Pratama) |
Joko tak mau ambil pusing soal spekulasi dan dugaan bahwa dirinya dianggap ingin memiliki Persija. Joko mengklaim dirinya hanya ingin mengantarkan Persija kepada kepemilikan kolektif.
Sebab itu juga dalam proses restrukturisasi, Gede Widiade disetujui stakeholder sebagai Direktur Utama untuk menjalankan roda perusahaan dengan misi untuk bangkit. Joko juga menegaskan kinerja Gede tidak akan diganggu dengan utang masa lalu Persija.
"Tidak boleh klub profesional beralih pindah tangan karena saldo kosong, tidak punya homebase, tidak punya stadion dan dinilai murah. PSSI punya kepentingan proteksi itu," ucapnya.
"Kami melakukannya secara legal makanya harus dijamin. Legal ditata dulu, tapi ini komitmen bersama 2-5 tahun ketika homebase stadion sudah punya, kembali lagi di Jakarta dengan suporter besar. Persija akan jadi klub yang tidak biasa," ujarnya. (ptr/nva)
Joko Driyono punya saham mayoritas di Persija lewat PT Jakarta Indonesia Hebat. (Foto: CNN Indonesia/Aulia Bintang Pratama)