Egy Maulana Berpeluang Lampaui Para Pendahulunya di Eropa

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 13/03/2018 16:36 WIB
Egy Maulana Berpeluang Lampaui Para Pendahulunya di Eropa Egy Maulana berpeluang memecahkan rekor sebagai pemain Indonesia yang paling lama tampil di kompetisi Eropa. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemain muda Indonesia, Egy Maulana Vikri resmi dikontrak klub asal Polandia, Lechia Gdansk. Pemain Timnas Indonesia U-19 itu dikontrak tiga tahun bersama klub semenjana kompetisi kasta tertinggi di Polandia tersebut.

Ia menjadi pemain pertama asal Indonesia yang merumput di Polandia. Namun, Egy bukanlah pemain pertama Indonesia yang berkarier di Eropa.

Kiprah pesepakbola Indonesia di benua biru telah tercatat sejak era Kurniawan Dwi Yulianto di tahun 1994. Fakta lainnya, para pemain Indonesia yang pernah merumput di Eropa tak lebih dari dua musim.


Jika Egy bisa tampil di liga Eropa sesuai dengan masa kontraknya selama tiga tahun, itu bakal jadi rekor tersendiri bagi Egy Maulana.

Egy bisa menjadi pemain Indonesia asli bukan naturalisasi, yang kali pertama bermain lebih lama dari pendahulunya di liga-liga Eropa.

Setidaknya minimal hingga kasta ketiga, sejumlah pemain Indonesia pernah berkarier di Eropa sebelum Egy Maulana. Berikut daftar pemain-pemain Indonesia yang pernah merasakan karier bersama klub sepak bola Eropa.

Kurniawan Dwi Yulianto

Legenda Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto adalah salah satu pemain yang tergabung dalam tim PSSI Primavera. Tim itu khusus diikutsertakan dalam kompetisi junior di Italia atau yang disebut Liga Primavera.

Setelah satu musim menjalani kompetisi Primavera, klub Sampdoria berkesempatan menggunakan jasa Kurniawan. Meskipun demikian, Kurniawan tidak sempat menjalani debut bersama Sampdoria. ia kemudian bermain bersama klub asal Swiss, FC Luzern selama satu musim 1994-1995.

Kurniawan Dwi Yulianto yang kini meniti karier sebagai pelatih, pernah bermain di FC Luzern. (Kurniawan Dwi Yulianto yang kini meniti karier sebagai pelatih, pernah bermain di FC Luzern. (Detikcom/Rengga Sancaya)
Pemain yang akrab disapa dengan julukan Si Kurus itu mendapat kesempatan bermain sebanyak 12 kali laga bersama Luzern. Ia berhasil mencetak satu gol penting saat mengalahkan klub besar Swiss, FC Basel dengan skor 2-1 melalui sundulannya. Gol tersebut menjadikan Kurniawan sebagai pemain pertama Indonesia yang mencetak gol di ajang resmi Eropa.

Petualangan Kurniawan di benua biru berakhir pada tahun 1996. Ia memutuskan untuk kembali ke tanah air dan bermain untuk klub Pelita Jaya.

Kurnia Sandy

Kurnia Sandy yang berposisi sebagai penjaga gawang juga tampil gemilang bersama PSSI Primavera. Sandy dikontrak sebagai kiper ketiga Sampdoria musim 1996-1997. Sayangnya, di bawah pelatih Sven-Goran Eriksson, Sandy tidak pernah mendapatkan kesempatan bermain di laga resmi.

Sandy hampir mendapatkan kesempatan untuk duduk di bangku cadangan ketika kiper Fabrizio Feron cedera, namun permasalahan birokrasi menggagalkan hal itu. Sandy pun memutuskan kembali ke tanah air pada musim berikutnya.

Bima Sakti Tukiman

Pemain PSSI Primavera lainnya yang mencuri perhatian klub Eropa adalah Bima Sakti Tukiman. Klub asal Swedia, Helsinborg IF tertarik menggunakan jasanya pada musim 1995-1996.
Bima Sakti Tukiman (kiri) pernah merasakan kerasnya persaingan di kompetisi Eropa. (Bima Sakti Tukiman (kiri) pernah merasakan kerasnya persaingan di kompetisi Eropa. (Foto: REUTERS)
Kariernya di Swedia juga tidak bertahan lama, Bima Sakti memutuskan kembali ke tanah air setelah menghabiskan satu musim bersama Helsinborg IF.

Bambang Pamungkas

Legenda Persija Jakarta, Bambang Pamungkas pernah bergabung bersama klub divisi tiga Belanda, EHC Norad pada tahun 2000. Bambang mencatatkan 10 penampilan dan mencetak tujuh gol bersama EHC Norad di musim 2000-2001. Namun, masalah nonteknis membuat karier Bambang bersama EHC Norad tidak berlangsung lama.
Bambang Pamungkas hanya empat bulan merumput di EHC Norad. (Bambang Pamungkas hanya empat bulan merumput di EHC Norad. (AFP PHOTO / ADEK BERRY)
Baru empat bulan bersama EHC Norad, Bambang kembali ke Persija Jakarta pada pertengahan musim sebagai pinjaman sebelum keduanya sepakat mengakhiri kontrak di akhir musim.

Alfin dan Para Pemain SAD Lainnya

Pada kurun 2011 hingga 2013, beberapa pemain Indonesia jebolan SAD Uruguay diberikan kesempatan bermain bersama klub CS Vise, klub yang pada saat itu berkompetisi di Divisi 2 Liga Belgia.

SAD atau Sociedad Anonima Deportiva adalah tim yang dikirim oleh PSSI untuk berkompetisi di Uruguay pada tahun 2009 dan 2010.

Akusisi klub oleh pengusaha Indonesia, grup Bakrie tersebut memuluskan karier beberapa pemain jebolan SAD Indonesia lainnya untuk berkesempatan bermain di Eropa bersama CS Vise.
Egy Berpeluang Lampaui Para Pendahulunya di EropaAlfin Tuasalamony (kanan) pernah merumput di CS Vise selama dua musim. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Pemain-pemain jebolan SAD yang diberikan kesempatan bermain bersama CS Vise antara lain seperti Alfin Tuasalamony, Syamsir Alam, Yandi Sofyan Munawar, Yericho Christiantoko, Manahati Lestusen, Abdul Rahman Lestaluhu, dan Zainal Haq.

Dari seluruh pemain-pemain Indonesia yang tergabung bersama CS Vise, hanya Alfin Tuasalamony dan Yandi Sofyan yang mendapat menit bermain paling banyak. Pemain lainnya lebih sering duduk di bangku cadangan.

Krisis keuangan yang dialami CS Vise mendorong pemain-pemain Indonesia yang bermain di sana untuk hengkang dan kembali ke Indonesia. Pada Oktober 2014, CS Vise resmi dinyatakan bangkrut.

Arthur Irawan

Nama pesepakbola Indonesia asal Surabaya, Arthur Irawan mencuat setelah ia dikabarkan menandatangani kontrak dengan klub Spanyol, Espanyol B pada tahun 2011 lalu. Tiga tahun mengasah kemampuan bersama Espanyol B, Arhur mengembangkan karirnya bersama klub Spanyol lainnya, Malaga B selama satu tahun.

Klub asal Belgia, Waasland-Beveren menjadi klub Eropa lainnya yang ia bela pada musim 2014. Saat itu Waasland bermain di kasta tertinggi Liga Belgia. Kesempatan bermain yang sedikit membuat Arthur hanya bertahan satu musim sebelum memutuskan kembali ke Indonesia.

Gavin Kwan Adsit

Gavin Kwan Adsit adalah pemain yang namanya populer setelah tergabung dalam skuat pelatih Indra Sjafri di tim nasional U-19.

Gavin pernah tercatat bergabung dengan skuat junior klub asal Rumania, CFR Cluj pada tahun 2013. Hanya satu musim di Cluj, Gavin bergabung dengan klub Jerman TSV Niendorfer.
Gavin Kwan Adsit pernah merumput versama klub asal Rumania, CFR Cluj. (Gavin Kwan Adsit pernah merumput versama klub asal Rumania, CFR Cluj. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H.)
Gavin tergabung dalam skuat U-19 yang berkompetisi di kejuaraan junior Jerman. Penampilannya bersama Niendorfer cukup baik, Gavin tercatat sebanyak 9 kali diturunkan dan mencetak dua gol di laga resmi. Gavin memulai kariernya di klub tanah air pada 2015 setelah bergabung dengan klub Mitra Kukar. (cup/bac)