Pelatnas Atletik 'Pulang Kandang' ke Stadion Madya Senayan

Titi Fajriyah, CNN Indonesia | Rabu, 14/03/2018 14:33 WIB
Pelatnas Atletik 'Pulang Kandang' ke Stadion Madya Senayan Cabang olahraga atletik saat menggelar latihan di Stadion Utama Gelora Bung Karno. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatnas cabang olahraga (cabor) atletik akhirnya pulang kandang. Setelah 'terusir' dua tahun kini para atlet nasional atletik bisa kembali menggunakan Stadion Madya sebagai tempat latihan mereka, Selasa (13/3) sore.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Bob Hasan langsung datang memantau proses latihan di Stadion Madya.

"Setelah dua tahun akhirnya kami kembali ke Senayan. Baru hari ini kami mulai latihan di sini. Saya harap para atlet yang berlatih tak ada yang cedera," ujar Bob kepada wartawan.


Stadion Madya dianggap sebagai lokasi paling lengkap untuk menggelar pelatnas atletik. Sebab itu, Bob Hasan berharap ke depannya pelatnas aletik dapat terus menggelar latihan di Stadion Madya.

"Mudah-mudahan di sini terus karena di tempat lain lapangannya rusak. Rawamangun rusak, untuk lompat tidak bisa. Di Cibinong (Stadion Pakansari) dicampur sepak bola, kadang-kadang kami diusir," ungkapnya.
Cabang olahraga atletik kembali berlatih di Stadion Madya setelah terusir dua tahun.Cabang olahraga atletik kembali berlatih di Stadion Madya setelah terusir dua tahun. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)

Namun, Bob Hasan menyayangkan sempitnya waktu yang dimiliki para atlet untuk berlatih di Stadion Madya. Hanya tersisa sekitar lima bulan untuk bisa berlatih dengan fasilitas lengkap layaknya di Stadion Madya jelan Asian Games 2018, Agustus mendatang.

Padahal, atletik diharapkan bisa menyumbangkan medali emas buat kontingen Merah Putih di Asian Games. Bertempat di Jakarta, atletik bakal memperebutkan 48 medali emas pada Asian Games edisi ke-18 nanti.
Ketum PB PASI Bob Hasan (tengah) menilai waktu lima bulan yang tersisa untuk berlatih di Stadion Madya terasa kurang.Ketum PB PASI Bob Hasan (tengah) menilai waktu lima bulan yang tersisa untuk berlatih di Stadion Madya terasa kurang. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)

"Mudah-mudahan bisa mengejar, dan kami bisa memenuhi target emas," katanya.

Sejauh ini atletik terus menggenjot persiapan atletnya. Termasuk dengan mendatangkan Harry Marra sebagai pemegang penghargaan tertinggi di dunia untuk sapta lomba guna memperbaiki teknik dasar para atlet.

Selain itu, para atlet juga akan menjalani uji coba ke Amerika pada April mendatang. Para atlet akan melakukan pemusatan latihan di University of California di St Barbara selama sekitar sebulan.

"Tidak semua nomor yang ikut ke Amerika. Hanya nomor jarak dekat, yang jarak jauh tidak karena harus latihan di dataran tinggi supaya terbiasa dengan cuaca dan kadar oksigen yang tipis," imbuhnya. (bac)