Analisis

MotoGP 2018: Marquez, Rossi, dan Indonesia

Haryanto Tri Wibowo, CNN Indonesia | Jumat, 16/03/2018 10:40 WIB
MotoGP 2018: Marquez, Rossi, dan Indonesia MotoGP 2018 akan menampilkan persaingan yang lebih sengit daripada sebelumnya. (AFP PHOTO / Karim JAAFAR)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah empat bulan menanti, para pecinta MotoGP bisa kembali menyaksikan ajang balap sepeda motor paling bergengsi di dunia ini. Drama, persaingan sengit, keriuhan, amarah, dan tangis bisa mewarnai musim 2018.

Balapan MotoGP Qatar di Sirkuit Losail, Minggu (18/3), menjadi seri pembuka MotoGP 2018. Sebelumnya para pebalap MotoGP sebelumnya menjalani tes di Sirkuit Losail, 1-3 Maret, dengan pebalap Tech3 Yamaha Johann Zarco menjadi yang tercepat.

Memprediksi siapa yang akan menjadi juara dunia MotoGP 2018 terbilang cukup sulit. Pasalnya, tidak ada pebalap yang benar-benar mendominasi jalannya tes pramusim, baik di Sirkuit Sepang [Malaysia], Sirkuit Buriram [Thailand], dan Sirkuit Losail.


Kalaupun ada pebalap yang mendominasi jalannya tes pramusim, memprediksi juara dunia MotoGP 2018 tetap akan sulit. Ambil contoh musim lalu. Maverick Vinales berhasil mendominasi tes pramusim dan memenangi sejumlah balapan awal, tapi kemudian mengalami kesulitan dengan sepeda motor M1 dan gagal bersaing dengan Marc Marquez serta Andrea Dovizioso.

Marc Marquez tetap menjadi kandidat utama merebut gelar juara dunia MotoGP 2018.Marc Marquez tetap menjadi kandidat utama merebut gelar juara dunia MotoGP 2018. (AFP PHOTO / Marco BERTORELLO)
Musim ini pebalap Ducati Jorge Lorenzo menjadi yang tercepat di Sepang, Dani Pedrosa [Repsol Honda] di Buriram, dan Zarco di Losail. Tapi, pebalap seperti Marquez, Valentino Rossi, Andrea Dovizioso, dan Andrea Iannone tetap menunjukkan kecepatan yang kompetitif.

Bicara soal pebalap favorit menjadi juara dunia MotoGP 2018, nama Marquez sebagai juara bertahan harus berada di daftar teratas. Marquez memang tidak menunjukkan dominasi saat tes pramusim, tapi musim lalu pebalap 25 tahun itu juga mengalami kesulitan saat pramusim dan tetap menjadi juara dunia.

Setelah Marquez ada nama Valentino Rossi. The Doctor tetaplah The Doctor. Rossi memiliki pengalaman 22 tahun di ajang Grand Prix dan MotoGP 2018 merupakan musim ke-23 bagi pebalap asal Italia itu.

Sebagai pebalap yang sudah mengetahui motor M1 Yamaha, Rossi tetap pantas diunggulkan. Bahkan The Doctor seharusnya punya keunggulan atas Vinales yang merupakan rekan setimnya di Movistar Yamaha. Tapi, Vinales tetap tidak bisa diremehkan.

Sejumlah pebalap diprediksi bisa meraih kemenangan di MotoGP 2018.Sejumlah pebalap diprediksi bisa meraih kemenangan di MotoGP 2018. (AFP PHOTO / Jure Makovec)
Vinales bersama Jorge Lorenzo, Andrea Dovizioso, dan Dani Pedrosa tetap pantas dijadikan favorit menjadi juara dunia karena memperkuat tim pabrikan. Dari sejumlah nama pebalap di atas, semuanya berpeluang menjadi juara dunia. Itulah indahnya persaingan di MotoGP.

Indonesia Gigit Jari

Jelang balapan pertama musim ini para pecinta MotoGP mendapat angin segar setelah Rossi memutuskan batal pensiun. Rossi resmi memperpanjang kontrak dengan Movistar Yamaha hingga 2020.

Keputusan Rossi batal pensiun merupakan salah kabar positif jelang MotoGP 2018. Dengan begitu MotoGP dipastikan akan tetap meriah dengan kehadiran The Doctor hingga 2020. Selain itu Rossi juga punya waktu lebih panjang untuk mewujudkan gelar juara dunia kesepuluhnya.

Valentino Rossi akan membalap di MotoGP hingga 2020.Valentino Rossi akan membalap di MotoGP hingga 2020. (AFP PHOTO / Toshifumi KITAMURA)
Sayang di tengah kabar positif tentang Rossi, para pecinta MotoGP di Indonesia dipastikan hanya bisa gigit jari musim ini. Kita lagi-lagi hanya bisa menjadi penonton, melihat dua negara tetangga, Malaysia dan Thailand, menjadi tuan rumah MotoGP 2018.

Malaysia bahkan semakin meninggalkan Indonesia dari segi prestasi di MotoGP setelah pebalap mereka, Hafizh Syahrin, mencetak sejarah sebagai pebalap pertama asal Asia Tenggara yang memperkuat tim MotoGP setelah dikontrak Tech3 Yamaha.

[Gambas:Instagram]
Sejak 2016 lalu sebenarnya pemerintah Indonesia sudah berambisi menjadi tuan rumah MotoGP. Semula Indonesia diproyeksi akan menjadi salah satu tuan rumah MotoGP pada musim 2018 dan 2019. Namun, hal itu gagal terwujud karena sampai saat ini Indonesia belum memiliki sirkuit sesuai standar.

Belakangan Presiden Joko Widodo menargetkan Indonesia menjadi tuan rumah MotoGP di Sirkuit Sentul pada 2021. Semoga keinginan Presiden Jokowi bisa terwujud, agar pecinta MotoGP di Indonesia tidak terlalu lama gigit jari. (nva)