Menpora Blusukan, Atlet Asian Games Ungkap Keluhan

Arby Rahmat, CNN Indonesia | Rabu, 21/03/2018 00:12 WIB
Menpora Blusukan, Atlet Asian Games Ungkap Keluhan Menpora Imam Nahrawi mengunjungi sejumlah pelatnas pada Selasa (20/3). (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah atlet menyampaikan keluhan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Imam Nahrawi, perihal persiapan Asian Games 2018 saat sang menteri melakukan kunjungan ke beberapa pelatnas cabor.

Menpora meninjau lima cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan dalam ajang olahraga terbesar di Asia tersebut pada Selasa (20/3). Lima cabor itu antara lain Soft Tennis, Panahan, Menembak, Bridge, dan Skateboard.

Atlet panahan, Sri Ranti, berharap tim Indonesia bisa berlatih di lapangan rumput ketimbang karpet. Tim panahan Indonesia sudah beberapa kali tidak bisa latihan di lapangan rumput lantaran bentrok dengan pertandingan sepak bola yang padat penonton dan rumput yang baru diganti.


"Kami mengharapkan segera pindah ke sebelah [lapangan rumput], ke venue [Asian Games 2018] sesungguhnya. Catatannya sih keadaan lapangannya memang berbeda antara lapangan karpet dan rumput," ucap Sri kepada para awak media di lapangan karpet panahan pada Selasa (20/3) sore.

"Kalau bermain diatas karpet, atlet merasa agak panas. Sedangkan kalau di rumput, atlet merasa lebih sehat. Kondisi angin juga berbeda, kami harus membiasakan diri di tempat bertanding," katanya menambahkan.

Imam Nahrawi menerima keluhan dari sejumlah atlet saat berkunjung ke beberapa pelatnas cabor.Imam Nahrawi menerima keluhan dari sejumlah atlet saat berkunjung ke beberapa pelatnas cabor. (Foto: CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
Meski latihan terkendala, Sri bersyukur segala kebutuhan atlet lainnya seperti vitamin, uang saku, dan hotel terpenuhi dengan baik. Ia juga mengabarkan tim panahan Indonesia akan ke Shanghai (bulan April) dan Turki (Mei) atau Juni mendatang untuk menjalani uji coba.

Selain Sri, atlet skateboard Pevi Permana pun mengeluhkan fasilitas skatepark di Indonesia yang kurang mendukung untuk pemusatan latihan. Hal itu menjadi salah satu alasan ia gagal juara Asia setelah kalah dari Jepang beberapa waktu lalu.

Pevi menilai Jepang sebagai pesaing terhebat dalam Asian Games 2018. Kendati begitu, laki-laki asal Bandung ini tetap bersyukur dengan skatepark di kawasan BSD yang menjadi tempat ia berlatih saat ini.

"Tanpa fasilitas di Bandung, saya bisa peringkat kedua lawan Jepang dalam turnamen Asia beberapa waktu lalu. Dengan fasilitas ini [skatepark BSD], saya hanya meregangkan otot saja."

"Nanti bakal lebih serius ketika [pemusatan latihan] di Amerika bulan depan. Saya di sana selama satu setengah bulan," ucap Pevi kepada para awak media di BSD Xtreme Park pada Selasa (20/3) sore.

Pevi bersama tim skateboard Indonesia akan pergi ke Amerika Serikat pada 19 April. Di samping fasilitas, Pevi juga berharap peralatan pertandingan juga didukung pemerintah agar bisa berprestasi di Asian Games 2018.

"Ya sampai sekarang fasilitas seperti suku cadang itu kurang. Kami masih kepikiran kalau latihan itu takut papan patah, kerusakan papan kalau kena hujan, dan segala macamnya. Harusnya masalah ini untuk sekelas atlet Asian Games, sudah tidak khawatir," ujar Pevi.

"Pengadaan suku cadang itu tidak susah, cuma mungkin dananya saja yang susah. Yang lainnya ada yang mengeluhkan masalah makanan. Mudah-mudahan di masa mendatang bisa lebih baik," tutur Pevi menambahkan.

Menpora Imam Nahrawi menyebut para atlet berlatih dengan giat selama pelatnas berlangsung.Menpora Imam Nahrawi menyebut para atlet berlatih dengan giat selama pelatnas berlangsung. (Foto: CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
Pevi sadar skateboard merupakan cabor pendatang baru di Asian Games 2018. Maka dari itu, ia tak ingin banyak komplain.

"Let it flow, baiknya seperti apa dan yang penting semua bisa terjamin untuk ke depan. Saya ingin dapat emas, insya Allah," tutur dia.

Sementara itu, Menpora RI Imam Nahrawi mengapresiasi semangat para atlet yang menurut dia luar biasa untuk meraih prestasi di ajang edisi ke-18 tersebut. Kemenpora bakal terus mendukung keperluan atlet.

"Yang menggembirakan adalah semua atlet Indonesia beserta pelatih dan manajer sudah siap tempur dan memberikan yang terbaik. Saya tanya satu-satu, 'Apakah kalian siap menyumbangkan medali?' Mereka sudah siap semua, dan mereka tahu pemerintah tidak main-main dalam mendukung mereka."

"Demikian pula, di ujung [Asian Games 2018] pemerintah sudah menyiapkan karpet merah bagi mereka berupa bonus dan beberapa penghargaan lain yang telah disiapkan. Saya kira itu evaluasi hari ini, dan saya minta kepada KONI nanti untuk bantu saya serta melihat dan mengevaluasi secara detil kebutuhan para atlet termasuk suasana kepelatihan," tutur Imam.

Imam menilai fasilitas pelatnas di Indonesia cukup baik. Namun, ia mengakui masih ada beberapa hal yang mesti dibenahi.

"Kalau dikatakan sempurna, tentu di sana-sini ada kekurangan. Saya minta kekurangan bukan dijadikan halangan, tapi motivasi untuk berikan yang terbaik. Karena kalau dalam suasana kurang, itu pasti ada motivasi dan inovasi untuk berikan yang terbaik," katanya. (ptr/sry)