Pemain Persib: Kerusuhan Suporter Arema Bahayakan Pemain

Titi Fajriyah, CNN Indonesia | Senin, 16/04/2018 16:41 WIB
Pemain Persib: Kerusuhan Suporter Arema Bahayakan Pemain Winger Persib Bandung Atep (kanan) berharap Komdis memberikan sanksi berat agar suporter Arema jera. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kerusuhan yang dilakukan suporter Arema FC saat menjamu Persib Bandung pada lanjutan Liga 1, Minggu (15/4), menyisakan trauma bagi Atep. Aksi Aremania dinilai sangat membahayakan keselamatan pemain.

Segelintir penonton memasuki lapangan saat laga memasuki injury time. Mereka sempat terlibat bentrok dengan petugas kemanan sehingga laga terpaksa dihentikan dengan hasil akhir imbang 2-2 di Stadion Kanjuruhan.

Atep menilai kondisi itu sangat membahayakan keselamatan pemain yang berada di lapangan. Pasalnya, suporter bisa masuk dengan mudah ke dalam lapangan tanpa  pengamanan ketat dari petugas.


"Situasi kami di lapangan terasa menakutkan. Harusnya ini tidak terjadi. Pelatih Gomez (Mario) dan ada beberapa pemain yang terluka akibat terkena lemparan," kata Atep melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Senin (16/4).

Kerusuhan yang dilakukan suporter Arema FC bahayakan keselamatan pemain Persib Bandung.Kerusuhan yang dilakukan suporter Arema FC bahayakan keselamatan pemain Persib Bandung. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Menurut Atep, panitia pelaksana (panpel) pertandingan seharusnya bisa mengantisipasi hal tersebut. Terutama aksi pelemparan yang sering terjadi di sepanjang laga.

"Orang terdekat dengan suporter yang masuk ke lapangan semuanya diserang. Saya lihat panpel yang pakai rompi oranye dipukul. Dan, mungkin kalau pemain terus berada di lapangan akan mendapat nasib yang sama. Ini sudah mengancam keselamatan pemain," terang pemain 32 tahun itu.

Winger Persib: Kerusuhan Suporter Arema Bahayakan Pemain
Kericuhan mulai terjadi ketika pemain Arema Dedik Setiawan mendapat kartu di menit ke-88. 

Pertandingan sempat dilanjutkan meski banyak terjadi lemparan dari arah tribune penonton sebelum akhirnya dihentikan wasit di masa injury time.

"Saya harap komdis bisa melihat bahwa kejadian ini sudah membahayakan pemain. Saya harap Komdis [Komite Disiplin PSSI] tegas dalam menentukan hukuman agar suporter yang melakukan kerusuhan menyesal karena ini merugikan timnya juga orang lain," ujarnya.

Hingga pekan keempat Liga 1 2018 Persib masih berada di papan tengah dengan nilai lima, sementara Arema yang berpoin dua ada di dasar klasemen. (jun/nva)