Marquez Anggap Yamaha Lakukan Blunder di MotoGP

Haryanto Tri Wibowo, CNN Indonesia | Kamis, 10/05/2018 11:00 WIB
Marquez Anggap Yamaha Lakukan Blunder di MotoGP Johann Zarco kali terakhir finis di belakang Marc Marquez pada balapan MotoGP Spanyol, akhir pekan lalu. (REUTERS/Jon Nazca)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juara bertahan MotoGP, Marc Marquez, menganggap Yamaha melakukan blunder dengan melepas pebalap asal Perancis Johann Zarco dari genggaman mereka.

Zarco memutuskan untuk bergabung dengan KTM setelah menandatangani kontrak berdurasi dua tahun hingga MotoGP 2020. Keputusan bergabung dengan KTM diambil Zarco setelah juara dunia Moto2 2015 dan 2016 itu gagal menjadi pebalap pabrikan Yamaha.

Semula Zarco membidik salah satu tempat di tim Movistar Yamaha. Namun, keputusan Yamaha untuk memperpanjang kontrak Valentino Rossi dan Maverick Vinales hingga 2020 menutup peluang Zarco.


Johann Zarco unggul atas Maverick Vinales dan Valentino Rossi di klasemen MotoGP 2018.Johann Zarco unggul atas Maverick Vinales dan Valentino Rossi di klasemen MotoGP 2018. (AFP PHOTO / JEAN-FRANCOIS MONIER)
Peluang Zarco untuk bergabung dengan Yamaha semakin sulit setelah Tech3 mengakhiri kerja sama dengan pabrikan asal Jepang itu dan menjadi tim satelit KTM mulai musim depan.

Keputusan Yamaha tidak mempertahankan Zarco dianggap Marquez sebagai kesalahan. Pebalap asal Spanyol itu menganggap Zarco layak mendapat kepercayaan sebagai pebalap tim pabrikan Yamaha.

Marquez Anggap Yamaha Lakukan Blunder di MotoGP
"Kondisi dengan Yamaha cukup aneh karena Zarco kini memimpin pebalap Yamaha. Sebagai pengamatan yang netral, Yamaha menurut saya sudah kehilangan pebalap bagus," ujar Marquez dikutip dari Crash.

"Maksud saya dia pergi ke KTM. Saat ini dia yang tercepat. Tentunya pengalaman Rossi sangat bagus dan Vinales punya kecepatan. Tapi, saat ini Zarco tampil luar biasa," sambung pebalap 25 tahun itu.

Johann Zarco sudah meraih dua posisi podium di MotoGP 2018.Johann Zarco sudah meraih dua posisi podium di MotoGP 2018. (REUTERS/Marcos Brindicci)
Hingga seri keempat MotoGP 2018, Zarco menempati posisi dua klasemen sementara dengan 58 poin dan tertinggal 12 poin dari Marquez. Zarco unggul delapan poin atas Vinales di posisi ketiga, sedangkan Rossi berada di posisi keenam dengan 40 poin.

Lebih lanjut Marquez mengomentari kesulitan yang dialami Yamaha musim ini. Baik Rossi dan Vinales kesulitan dengan sepeda motor M1 2018 yang mengalami masalah dengan perangkat elektronik.

"Zarco menjadi yang tercepat di Yamaha adalah sesuatu yang aneh. Saya tidak bisa menjawab kenapa, karena bahkan mereka sendiri tidak bisa menjawabnya dan mereka punya datanya," ucap Marquez.

Seri kelima MotoGP 2018 akan berlangsung di Sirkuit Le Mans, 20 Mei mendatang. Balapan MotoGP Prancis bisa disaksikan secara live streaming di CNNIndonesia.com. (har)