Asian Games dan Asian Para Games Tak Terganggu Bom Surabaya

Titi Fajriyah, CNN Indonesia | Senin, 14/05/2018 18:20 WIB
Asian Games dan Asian Para Games Tak Terganggu Bom Surabaya Asian Games dan Asian Para Games diyakini akan berjalan tepat waktu dan tidak terganggu teror bom. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menegaskan pelaksanaan Asian Games dan Asian Para Games 2018 tetap berlangsung sesuai jadwal meski terjadi teror bom di Surabaya dan Sidoarjo dalam dua hari belakangan.

Hal itu dipastikan setelah Menpora menggelar rapat khusus bersama Ketua Indonesia Asian Games Organizing Committee (INASGOC) Erick Thohir dan Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC) Raja Sapta Oktohari di Kantor Kemenpora, Senin (14/5).

"Bahwa pemerintah, INASGOC, INAPGOC, dan masyarakat yakin, optimis serta percaya diri dengan persiapan yang dilakukan. INASGOC dan INAPGOC akan memaksimalkan persiapan dan tidak ada istilah mundur," kata Imam dalam konferensi persnya.


Imam menyebut status tuan rumah Asian Games dan Asian Para Games adalah amanah dari seluruh masyarakat Indonesia. Terkait keamanan dan kenyamanan tamu-tamu negara yang bakal hadir, panitia pelaksana akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait.

"Kami terus koordinasi untuk melakukan antisipasi dini dan meminimalisir hal-hal yang terjadi bila ada pikiran-pikiran yang akan mengganggu Asian Games dan Asian Para Games. Upaya-upaya akan dilakukan INASGOC dan INAPGOC supaya hajatan ini berjalan sukses baik prestasi, penyelenggaraan, administrasi, ekonomi dan pariwisata," ucap Imam.

INASGOC siap memberikan penjelasan jika ada peserta Asian Games 2018 yang mempertanyakan kondisi di Indonesia.INASGOC siap memberikan penjelasan jika ada peserta Asian Games 2018 yang mempertanyakan kondisi di Indonesia. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Untuk ajang empat tahunan nanti, INASGOC dan INAPGOC akan menggunakan standar keamanan internasional. Semua tamu yang datang ke Indonesia merupakan orang-orang yang sudah terakreditasi. Begitu juga penonton yang membeli tiket yang sudah terdaftar identitasnya.

"Negara-negara seperti Palestina, Suriah, Pakistan, Arab Saudi akan ikut [Asian Games]. Kami akan sosialisasikan bahwa mereka datang sebagai atlet dan menjadikan olahraga sebagai alat perdamaian," ucap Erick menuturkan.

Asian Games dan Asian Para Games Tak Terganggu Bom Surabaya
"Sampai hari ini belum ada [negara yang mundur]. Sampai saat ini sudah 40 dari 45 negara yang mendaftar. Kalau ada yang mempertanyakan, kami siap jelaskan. Kalau perlu kami datang langsung ke negaranya dan menjelaskan kondisi di Indonesia," Erick menambahkan.

Sementara, Ketua INAPGOC Raja Sapta Oktohari mengaku dihubungi perwakilan Komite Paralimpiade Asia (APC) usai teror bom Surabaya pada Minggu (14/5).

Beberapa negara peserta Asian Para Games 2018 sempat menghubungi INAPGOC usai terjadinya bom di Surabaya.Beberapa negara peserta Asian Para Games 2018 sempat menghubungi INAPGOC usai terjadinya bom di Surabaya. (ANTARA FOTO/HO/HUMAS PEMKOT-Andy Pinaria)
"Sejak kemarin sudah menerima telepon dari rekan-rekan negara sahabat. Rata-rata mereka memberikan dukungan untuk kami atas kejadian bom di Surabaya," ucap Okto.

Namun INAPGOC dan APC menyadari teror bom di Surabaya dan sekitarnya merupakan kejadian force majeure yang tidak dikehendaki siapa pun.

"Mereka mengikuti perkembangan. Situasi ini kami hadapi dan semua memberikan dukungan supaya Asian Para Games bisa tetap diselenggarakan seperti yang direncanakan," ucap Okto. (sry/ptr)