Marseille Ingin Akhiri Puasa Gelar Eropa Setelah 25 Tahun

Titi Fajriyah, CNN Indonesia | Rabu, 16/05/2018 22:27 WIB
Marseille Ingin Akhiri Puasa Gelar Eropa Setelah 25 Tahun Marseille ingin akhiri puasa gelar Eropa selama 25 tahun terakhir. (REUTERS/Leonhard Foeger)
Jakarta, CNN Indonesia -- Marseille bertekad bisa mengakhiri puasa gelar di kompetisi Eropa selama 25 tahun saat mereka menghadapi Atletico Madrid di Final Liga Europa, Rabu (16/5).

Marseille sempat mengangkat trofi Liga Champions 1993/1994 saat mereka mengalahkan AC Milan di laga final. Setelah momen itu, Marseille tak lagi bisa berjaya di kompetisi Eropa, baik di Liga Champions maupun Piala UEFA yang kemudian berubah nama jadi Liga Europa.


Marseille punya dua kesempatan untuk kembali meraih trofi di kompetisi Eropa, yaitu saat mereka mencapai final Piala UEFA 1998/1999 dan 2003/2004. Namun kedua perjalanan itu hanya berujung pada gelar runner up.


"Tahun ini adalah peringatan 25 tahun kemenangan tim Prancis .Kami memiliki kisah cinta lama dengan kompetisi Eropa di era 90-an."

Marseille punya kesempatan untuk kembali meraih trofi juara di kompetisi Eropa pada tahun ini.Marseille punya kesempatan untuk kembali meraih trofi juara di kompetisi Eropa pada tahun ini. (Foto: REUTERS/Vincent West)
"Kami semua ingin meniru apa yang pendahulu kami lakukan walaupun kami tahu itu sulit dan misi yang tak mudah. Namun bila kami berhasil menang, maka itu akan menghadirkan sensasi," ucap pelatih Marseille Rudi Garcia.

Garcia mengakui bahwa Atletico Madrid punya materi pemain yang lebih bagus di atas kertas dibandingkan timnya. Tak hanya itu, Atletico juga punya jam terbang lebih tinggi di kompetisi Eropa dibandingkan Marseille.

"Mereka datang ke turnamen ini dari Liga Champions sedangkan kami mencapai final lewat babak kualifikasi. Mereka lebih berpengalaman dibandingkan kami."

"Namun dalam sebuah pertandingan, apapun bisa terjadi," tutur Garcia.
Rudi Garcia mengakui Atletico Madrid punya jam terbang lebih bagus di kompetisi Eropa.Rudi Garcia mengakui Atletico Madrid punya jam terbang lebih bagus di kompetisi Eropa. (Foto: REUTERS/Vincent Kessler)
Meski bakal menghadapi Atletico, Garcia mengaku dirinya bersimpati dengan sanksi yang diterima Diego Simeone sehingga tak bisa mendampingi timnya di laga final nanti.


"Saya sangat kecewa karena final nanti sejatinya bisa jadi momen yang bagus untuk bisa bersama."

Marseille Ingin Akhiri Puasa Gelar Eropa Setelah 25 Tahun
"Hal itu tidak bisa menjauhkan sosoknya dari pelatih yang luar biasa. Dia telah melakukan pekerjaan yang hebat untuk Ateltico Madrid dan telah menjadi aktor utama selama bertahun-tahun terakhir," kata Garcia. (ptr/jun)